Ilustrasi bendera perjuangan (Freepik)
INDOZONE.ID – Mahasiswa adalah agen yang menggerakkan perubahan. Hal tersebut adalah cerminan dari nilai yang terdapat di dalam Sumpah Pemuda.
Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2025, diperlukan dorongan untuk membangkitkan kembali semangat aktivisme mahasiswa yang dahulu pernah diperjuangkan oleh para pahlawan kita.
Revitalisasi ini bisa diwujudkan melalui beberapa langkah strategis, diantaranya sebagai berikut:
Baca juga: Penjelasan Summa, Magna, Cumlaude biar Makin Semangat Kuliah: Mahasiswa Berprestasi Wajib Tahu!
Peran teknologi yang dominan mengharuskan mahasiswa untuk peka terhadap literasi digital dan keterampilan teknologi.
Mahasiswa perlu terjun langsung ke dalam sistem tersebut dan memanfaatkan teknologi untuk menyebarluaskan informasi, memandu diskusi daring, serta turut andil dalam kampanye atau gerakan sosial secara virtual.
Mahasiswa harus beradaptasi dengan cara-cara baru dalam melakukan gerakan aktivisme.
Contohnya menggunakan perantara media sosial dalam berpendapat atau membuat konsolidasi sosial.
Kolaborasi lintas disiplin juga diperlukan dalam menghadirkan solusi yang inovatif dan relevan dalam menjawab persoalan yang ada.
Baca juga: Keren! Mahasiswa Teknik Sipil UNS Bawa Nama Indonesia di Mongolia lewat Jembatan Baja Inovatif
Gotong royong merupakan salah satu nilai terpenting yang ada dalam Sumpah Pemuda.
Di era masa kini, semangat tersebut bisa diterapkan dengan membagun relasi, baik dalam lingkup nasional maupun internasional.
Tujuannya untuk mendorong gerakan mahasiswa agar lebih terstruktur dan berkesinambungan.
Mahasiswa perlu memahami isu-isu secara komprehensif, agar nantinya dapat mengambil peran aktif untuk menciptakan perubahan yang positif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unair.ac.id