Kategori Berita
KANAL
REGIONAL
Kamis, 18 DESEMBER 2025 • 17:20 WIB

Dosen FPIK UNPAD Raih Young Researcher Award 2025, Tembus Jurnal Bergengsi Dunia

Dosen FPIK UNPAD Raih Young Researcher Award 2025, Tembus Jurnal Bergengsi DuniaDr. Buntora Pasaribu, Dosen FPIK UNPAD (unpad.ac.id)

INDOZONE.ID - Dosen HQT Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Padjadjaran (UNPAD), Buntora Pasaribu, berhasil meraih Young Researcher Award (YRA) 2025 kategori dosen.

Penghargaan prestisius ini diberikan oleh Perhimpunan Periset Indonesia (PPI), bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Prestasi ini jadi bukti bahwa dedikasi dan inovasi dari karya ilmiah bisa menembus panggung internasional.

Proses penganugerahan YRA 2025 ini berlangsung di Ball Room BRIN, Jakarta. Penghargaan ini langsung diberikan oleh Kepala BRIN, Prof. Arief Satria.

Penghargaan ini merupakan apresiasi terhadap para periset muda Indonesia, yang sudah konsisten dan membuktikan bahwa kerja ilmiah bisa mendapatkan pengakuan. 

Baca juga: UMSURA Lelang 14 Jersey Pemain Timnas Indonesia dan Liga untuk Donasi ke Korban Bencana Sumatra

Sebelum balik ke Indonesia, Buntora kerja sebagai postdoctoral associate di Amerika Serikat. Ia melanjutkan riset dari pemenang Wolf Prize, sebuah Nobel Prize dalam bidang Pertanian.

Buntora menjalankan misi untuk memetakan kode genetik pada tanaman air buat energi terbarukan.

Kesuksesan Buntora melakukan riset tersebut sudah dipublikasikan di jurnal bergengsi dunia. Ini merupakan modal berharga untuk memperkaya riset mengenai kelautan dan energi terbarukan, khususnya di Indonesia.

YRA 2025 ini menarik ratusan pendaftar dari dalam dan luar negeri, hingga akhirnya mengerucut menjadi 23 finalis terbaik.

Mereka berasal dari berbagai sektor, mulai dari pertanian, kesehatan, energi, lingkungan, dan pangan.

Salah satu keunggulan riset Buntora ada pada konsistensinya dalam mengembangkan riset kesehatan laut Indonesia.

ia menggunakan pendekatan molekular dan multidisipliner, yang mengaitkan isu energi, polusi, sekuester karbon laut, dan sumber daya air.

Baca juga: UGM Soroti Tantangan Perguruan Tinggi di Indonesia, Hanya 5 Persen yang Tergolong Kampus Riset

“Pendekatan lintas-organisme dan multidisipliner ini membuka perspektif baru dalam memahami respons dan adaptasi ekosistem laut dangkal, sekaligus memperkuat posisi riset kelautan Indonesia di tingkat nasional dan internasional,” ujar Buntora.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Unpad.ac.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Dosen FPIK UNPAD Raih Young Researcher Award 2025, Tembus Jurnal Bergengsi Dunia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!