Ilustrasi mahasiswa sedang melakukan bimbingan di kampus (AI/Gemini)
INDOZONE.ID - Menjalani proses bimbingan skripsi bukan hanya sekadar menguji kemampuan akademik atau kecerdasan.
Lebih dari itu, sikap dan perilaku (attitude) mahasiswa sangat menentukan apakah proses bimbingan akan berjalan lancar atau justru terhambat.
Banyak mahasiswa yang tidak menyadari, bahwa kebiasaan tertentu dapat membuat dosen pembimbing enggan untuk membantu. Pada akhirnya, itu akan memperlama masa studi mahasiswa sendiri.
Agar hubunganmu dengan dosen tetap harmonis dan skripsi cepat selesai, berikut tujuh sifat yang harus kamu hindari karena paling sering tidak disukai oleh dosen pembimbing.
Baca juga: Dosen ITERA Tampilkan Karya Seni Kontemporer di Pameran Internasional Thailand
Mahasiswa yang sulit dihubungi atau jarang muncul untuk bimbingan adalah tipe yang paling dihindari oleh dosen.
Dosen memiliki jadwal padat dan tanggung jawab yang besar, sehingga mereka mengharapkan keseriusan dari mahasiswa.
Jika kamu sering menghilang tanpa kabar, dosen akan menganggap kamu tidak memiliki komitmen menyelesaikan skripsi. Alhasil, proses bimbingan tidak akan maksimal dan kelulusanmu bisa saja tertunda.
Kebiasaan menunda-nunda adalah penyakit mahasiswa tingkat akhir yang sering membuat dosen jengkel. Banyak mahasiswa merasa waktu mereka masih panjang, sehingga pengerjaan skripsi terus ditunda-tunda.
Hal ini membuat progres penelitian menjadi tidak jelas. Bahkan, dosen sering kali harus mengejar-ngejar mahasiswa agar segera menyelesaikan tugasnya.
Padahal, dosen jauh lebih senang membimbing mahasiswa yang memiliki target pasti dan kemajuan nyata.
Datang menemui dosen tanpa persiapan dianggap sebagai kesalahan besar. Dosen akan menganggap mahasiswa telah membuang waktu yang diluangkannya dengan sia-sia.
Contohnya, tidak membawa draft terbaru, belum membaca revisi sebelumnya, atau bahkan belum mengerjakan apa pun sejak pertemuan terakhir.
Dosen pembimbing mengharapkan adanya kemajuan, sekecil apa pun itu, dalam setiap sesi pertemuan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Jejakdosen.com