INDOZONE.ID - Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti mendorong mahasiswa untuk berperan aktif meningkatkan rasio kewirausahaan nasional, melalui penguatan pendidikan dan jiwa entrepreneurship.
“Maka masih banyak yang harus kita upayakan agar rasio entrepreneur Indonesia terus meningkat,” ujarnya di Universitas Ciputra Surabaya, dikutip Kamis (30/4/2026).
Ia menyebut rasio kewirausahaan Indonesia saat ini baru mencapai 3,29 persen dari total angkatan kerja, atau sekitar 4,9 juta pelaku usaha. Angka tersebut masih tertinggal dibanding Malaysia, Singapura, hingga Amerika Serikat.
Menurut Dyah, kewirausahaan memiliki spektrum luas, mulai dari pelaku usaha berbasis ide hingga investor dalam model bisnis tertentu. Karena itu, mahasiswa diminta memanfaatkan masa kuliah sebagai momen untuk menentukan arah dan kontribusi bagi bangsa.
“Use this moment as a self reflection moment for you. Tentukan apa yang ingin kalian lakukan, capai, dan perubahan apa yang ingin kalian hadirkan untuk Indonesia,” tuturnya.
Baca juga: Perpustakaan Unpak dan DKM Masjid Dorong Literasi dan Wirausaha Melalui STARBOOKS
Ia menjelaskan, Kemendag saat ini menjalankan tiga fokus utama, yaitu menjaga pasar dalam negeri, memperluas akses pasar global, serta mendorong UMKM untuk naik kelas hingga ekspor.
Melalui program business matching, pemerintah telah mempertemukan ratusan UMKM dengan berbagai ritel modern seperti Alfamart, Indomaret, IKEA, hingga Metro Department Store.
“Kami ingin memastikan pemerintah hadir untuk membantu dan memfasilitasi pelaku usaha agar bisa berkembang,” katanya.
Selain itu, akses pasar internasional juga diperkuat melalui berbagai kerja sama dagang, termasuk dengan Uni Eropa, Kanada, dan kawasan Eurasia.
Kemendag juga menghadirkan program Campus Preneur untuk memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi melalui pelatihan ekspor, seminar, dan pendampingan bisnis internasional.
“Mudah-mudahan kolaborasi ini bisa berjalan baik, karena untuk membuat Indonesia lebih maju kita harus bekerja sama lintas sektor,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Ciputra Surabaya Prof. Wirawan Endro Dwi Radianto menekankan pentingnya membangun karakter kewirausahaan yang adaptif dan inovatif di kalangan generasi muda.
“Entrepreneur bukan hanya tentang membuka usaha, tetapi pola pikir untuk melihat masalah sebagai peluang, berani mengambil langkah, dan menciptakan nilai,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA