INDOZONE.ID - SMAN 3 Bandung, yang dikenal sebagai salah satu SMA terbaik di Indonesia, memiliki sejarah panjang yang bermula dari bangunan tua bekas gedung Hoogere Burgerschool (HBS).
Gedung berarsitektur khas zaman Belanda ini dirancang oleh arsitek terkenal C.P. Wolff Schoemaker dan berdiri sejak 1915 di Jalan Belitung No. 8, Bandung, Jawa Barat.
Baca Juga: SPG Purworejo, Pencetak Guru dan Semangat Nasionalisme di Masa Kolonial
Mengutip buku yang berjudul Keselarasan dan Kejanggalan. Pemikiran-pemikiran Priayi Nasionalis Jawa Awal Abad XX karya Scherer, HBS awalnya didirikan pada era kolonial Belanda sebagai sekolah menengah atas khusus untuk warga Eropa. Namun, seiring waktu, sekolah ini mulai menerima siswa pribumi dan Tionghoa.
Pendidikan dengan kurikulum Barat di HBS memberikan pengetahuan dan kesadaran politik yang berperan dalam perjuangan melawan kolonialisme.
Baca Juga: Sambangi UGM, Pertamina Foundation Dorong Generasi Muda Jadi Pahlawan untuk Masyarakat
Salah satu tokoh nasional lulusan HBS Bandung adalah Sutan Sjahrir, yang menjadi perdana menteri dan tokoh penting dalam Partai Sosialis Indonesia (PSI).
Pada 1953, gedung HBS diambil alih dan diubah menjadi SMAN 3 Bandung, yang fokus pada pendidikan menengah dengan pengembangan kurikulum modern.
Kini, SMAN 3 Bandung tidak hanya menjadi simbol sejarah, tetapi juga pusat prestasi akademik dan non-akademik yang mengharumkan nama bangsa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Buku