INDOZONE.ID - Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Prof. Ahmad Alim Bachri, menekankan agar calon peserta Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2025 mempertimbangkan peluang di setiap program studi (prodi) guna meningkatkan kesempatan diterima.
"Jadi jangan asal pilih, teliti betul peluangnya dengan melihat kuota yang disediakan dan peminatnya," ujar Alim di Banjarmasin, Rabu (26/3/2025).
Baca Juga: Dari Kampus ke Pasar Digital: BINUS Malang Siap Bantu UMKM Naik Kelas
Menurut peraturan, peserta SNBT 2025 dapat memilih hingga empat program studi di berbagai perguruan tinggi negeri (PTN).
Di ULM, terdapat setidaknya 10 prodi yang memiliki persaingan sangat tinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Salah satunya adalah Prodi Teknologi Informasi, yang hanya menyediakan 30 kursi namun diminati lebih dari 700 peminat.
Prodi Farmasi juga termasuk favorit, dengan 40 kursi yang diperebutkan oleh lebih dari 800 pendaftar.
Sementara itu, Prodi Kedokteran memiliki daya tampung 75 mahasiswa, tetapi jumlah pendaftarnya melebihi 1.300 orang.
Baca Juga: Bingung Nyari Ide Buat Proker Ramadan? Catat 7 Rekomendasinya
Beberapa prodi lain seperti Ilmu Komputer, Teknik Pertambangan, Kedokteran Gigi, Psikologi, dan Kesehatan Masyarakat juga memiliki tingkat persaingan yang sangat tinggi.
Untuk jenjang Diploma (D3), prodi yang paling banyak diminati adalah Perpajakan dan Akuntansi, masing-masing diincar oleh lebih dari seribu pendaftar.
Pada tahun 2025, ULM menyiapkan 3.550 kursi bagi mahasiswa baru melalui jalur SNBT dengan sistem ujian berbasis komputer (UTBK).
Kuota SNBT merupakan yang terbesar, setidaknya 40% dari total 7.512 mahasiswa baru ULM.
Sementara itu, Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) atau jalur prestasi menyediakan 1.929 kursi (minimal 20%), dan seleksi mandiri menawarkan 2.033 kursi (maksimal 30%).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA