Minggu, 13 JULI 2025 • 11:05 WIB

Gandeng Warga, Mahasiswa KKN Undip Dorong Vihara Sima 2500 Buddha Jayanti Jadi Destinasi Wisata Religi

Author

Vihara Sima 2500 Buddha Jayanti

INDOZONE.ID - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) merancang program promosi digital dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis komunitas. 

Konsep tersebut diimplementasikan di Vihara Sima 2500 Buddha Jayanti di bukit Wungkal Kasap Kelurahan Pudakpayung, Semarang, Jawa Tengah.

Upaya yang melibatkan warga setempat itu bertujuan mendorong Vihara Sima 2500 Buddha Jayanti menjadi destinasi religi baru di Semarang.  

Baca juga: Potret Mahasiswa Asing Ikut KKN dari Unsoed, Ikut Panen Padi di Sawah Bareng Warga

Potensi vihara menjadi tujuan wisata selama ini belum tergarap dengan baik. Meski merupakan tempat peribadatan umat Buddha, menurut Wahyudi, Ketua Koordinator Vihara, tempat ini sejatinya terbuka untuk publik. 

"Bagi siapa saja yang mencari ketenangan, keberagaman, dan kehangatan komunitas lokal," katanya.

Vihara Sima 2500 Buddha Jayanti berada di lingkungan yang sejuk dan rimbun. Suasana vihara begitu damai dan khidmat berkat arsitektur yang memadukan unsur alam dengan sentuhan budaya Buddhis. 

Baca juga: Keren! Mahasiswa Unpad Juara Lomba Poster di Singapura, Angkat Mengenai Isu AI dan Riset Doktoral

Deretan stupa kecil, ruang meditasi terbuka, serta altar utama untuk puja bakti menjadi saksi hidup praktik keagamaan yang berjalan harmonis di tengah warga. 

Mahasiswa KKN Undip bersama warga sekitar kini mulai menata lingkungan sekitar vihara menjadi lebih ramah pengunjung. 

Lebih dari sekadar promosi tempat ibadah, program ini juga membawa pesan penting: pelestarian budaya dan lingkungan sebagai satu kesatuan dalam praktik spiritual. 

Baca juga: Tim Robotik UGM Raih Juara 1 Nasional, Resmi Jadi Delegasi Indonesia Buat Berangkat Lomba ke Jepang

Para pemuda, warga, dan umat bersama-sama menjaga kebersihan vihara, menanam pohon, dan menjaga suasana hening yang menjadi daya tarik utama tempat ini. 

Masyarakat pun mulai menyadari bahwa wisata religi bukan hanya soal kunjungan spiritual, tapi juga peluang nyata untuk mengangkat perekonomian lokal.
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU