INDOZONE.ID - Sering heran dengan teman sebangku yang hobi berhitung? Atau suka matematika dan fisika?
Seringkali banyak orang berpikir jurusan yang tepat untuk mereka adalah matematika murni atau fisika murni.
Tapi tahukah kamu, ternyata ada jurusan yang sama sulitnya dengan kedua jurusan itu?
Namanya jurusan Teknik Instrumentasi.
Jurusan ini sangat cocok bagi kamu yang mencari jurusan langka dengan peluang cuan besar, lho!
Apa itu Teknik Instrumentasi?
Studi yang mempelajari perancangan, pengembangan, dan pemeliharaan alat-alat pengukuran dan kontrol dalam industri.
Baca juga: Jurusan Kuliah Kebal AI: Pilihan Karir Yang Tak Tergantikan
Jurusan ini merupakan cabang ilmu teknik yang menggabungkan elektro, fisika, komputer, dan mekanika untuk menciptakan alat seperti sensor, PLC, SCADA, dan sistem akuisisi data.
Di mana Bisa Temukan Jurusan Teknik Instrumentasi?
Jurusan ini tersedia di UGM, ITB, ITERA (Institut Teknologi Sumatera), Poltek Negeri Batam, UNBRAW, STTN Yogya (Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir Yogyakarta), dan ITS.
Kalau kamu penasaran seberapa sulit jurusan ini, jurusan ini terkenal sulit karena banyaknya praktikum lab yang membutuhkan ilmu matematika terapan.
Beberapa mata kuliah yang ada di jurusan ini (contoh di UGM dan ITS):
- Pengukuran & Monitoring (Fisika sensor, error analysis)
- Teknik Kontrol (PID controller, sistem umpan balik)
- Pemrograman PLC & SCADA (Automation dengan Siemens, Allen-Bradley)
- Sistem Akuisisi Data (LabVIEW, Python untuk data logging)
- Keselamatan Industri (Hazard analysis, standar ISO)
Baca juga: Tangkal Serangan Siber, Guru Besar UI Kembangkan Teknik Kriptografi Berbasis Chaos
Kalau kamu masuk jurusan ini, siap-siap hadapi tantangan ini:
- Harus menguasai fisika + pemrograman sekaligus.
- Banyak praktikum di lab (40% teori, 60% praktik).
- Tugas akhir biasanya berupa prototipe alat instrumentasi.
Eits, tapi belum selesai. Dengan tingkat kesulitan yang tinggi, ada juga peluang prospek kerja yang menjanjikan.
Kamu tak perlu khawatir soal besaran gaji per bulan. Ini dia rinciannya:
Instrument Engineer (Rp12-25 juta/bulan)
Bertanggung jawab atas sistem kontrol di pabrik kimia atau minyak. Contoh perusahaan: Pertamina, Chevron, Freeport.
Automation Specialist (Rp10-18 juta/bulan)
Merancang sistem otomasi pabrik, contoh perusahaannya ada PLC dan robotik.
Baca juga: 4 Jurusan Kuliah Tanpa Hitung-hitungan, Cocok Buat Kamua yang Benci Matematika!
SCADA Engineer (Rp11-19 juta/bulan)
Mengembangkan sistem monitoring berbasis IOT seperti di PLTU.
Quality Assurance (QA) Instrumentasi (Rp9-12 juta/bulan)
Memastikan alat ukur memenuhi standar internasional.
Peneliti di Lembaga Riset (Rp7-10 juta/bulan)
Melakukan penelitian dan pengembangan di bidang instrumentasi seperti di BPPT, LIPI, dan BATAN.
Jurusan ini cocok bagi kamu yang menyukai tantangan dan memiliki ketertarikan di bidang teknologi, fisika, dan matematika.
Dengan prospek kerja yang luas dan gaji yang menggiurkan, Teknik Instrumentasi bisa menjadi pilihan yang menjanjikan untuk masa depanmu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@utbk_snbt