INDOZONE.ID - Universitas Padjadjaran (UNPAD) menggelar soft lauching dan sosialiasi pembelajaran jarak jauh, lewat desain pendidikan Hi-Flex (High Quality, Innovative, Inclusive, and Flexible Learning).
Program ini menjadi langkah strategis baru bagi UNPAD, buat terus memperluas akses dan meningkatkan fleksibilitas belajar di era digital saat ini.
Selain itu, program ini bisa menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif, unggul, dan berdampak bagi masyarakat.
Baca juga: BINUS @Alam Sutera Hadirkan 4 Program Baru: Gabungkan Teknologi, Bisnis, dan Media Digital
Rektor Universitas Padjadjaran, Prof. Arief S, mengungkapkan bahwa program ini hadir supaya banyak masyarakat merasakan pendidikan di UNPAD tanpa datang.
“Sesuai dengan visi UNPAD yaitu inklusivitas, sebanyak mungkin mahasiswa hadir dan dapat menikmati pendidikan di Unpad. Mahasiswa tidak harus datang ke kampus Unpad secara full-time untuk dapat melanjutkan studi, mereka bisa sambil bekerja atau bermitra dengan institusi lain,” ujar Rektor UNPAD, Prof. Arief S. Kartasasmita, dalam sambutannya.
Baca juga: SOP dan Evaluasi 360 Derajat: Cara Baru Mahasiswa UNDIP Benahi BUMDes Dadi Mukti Gentan
Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang menggunakan Hi-Flex, merupakan sistem kuliah yang dikembangkan Kantor Pendidikan Jarak Jauh (KPJJ) UNPAD. Kantor ini berada di bawah naungan Direktorat Akademik UNPAD.
Saat ini, UNPAD menyediakan empat program studi dengan sistem PJJ, seperti Fakultas Pertanian (Magister Ekonomi Pertanian Konsentrasi Kedaulatan Pangan), Fakultas Peternakan (Magister Ilmu Peternakan Konsentrasi Manajemen Pembangunan Peternakan).
Lalu juga ada Fakultas Farmasi (Magister Farmasi Konsentrasi Health Technology Assessment), dan Fakultas Keperawatan (Magister Keperawatan).
Baca juga: Kisah Anak Tukang Bangunan yang Lulus Fast-Track di ITB, Buktikan Mimpi Penuh dengan Perjuangan
“Kami akan berusaha agar pendidikan yang dilakukan juga tetap dapat mengembangkan kualitas sehingga stigma pendidikan daring tidak berkualitas mudah-mudahan tidak terbukti di Unpad,” ujar Rektor.
Peluncuran Hi-Flex ini jadi komitmen UNPAD buat melakukan inovasi dalam pembelajaran. UNPAD juga berkolaborasi dengan Kementerian Transmigrasi, untuk menjangkau pendidikan yang lebih berkualitas, tanpa ada batasan ruang dan waktu.
Baca juga: Maba Wajib Tahu! Jenis-jenis Organisasi Mahasiswa di Kampus, Apa Perbedaannya?
“Ini merupakan langkah maju yang dilakukan oleh Unpad. Ini sejalan dengan semangat yang kami lakukan di Kementerian Transmigrasi. Saya berharap langkah ini juga akan diikuti oleh universitas-universitas lainnya,” ujar M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, yang hadir secara daring.
UNPAD dan Kementerian Transmigrasi bekerja sama menyelenggarakan program beasiswa “Program Transmigrasi Patriot”. Program ini membuka kesempatan, khususnya generasi muda untuk kontribusi pada kawasan pengembangan transmigrasi.
Selain itu, para peserta bisa mengikuti pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat dengan skema double degree, dari jenjang D4 hingga S3.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unpad.ac.id