Kategori Berita
KANAL
REGIONAL
Kamis, 24 JULI 2025 • 15:00 WIB

Kisah Anak Tukang Bangunan yang Lulus Fast-Track di ITB, Buktikan Mimpi Penuh dengan Perjuangan

Kisah Anak Tukang Bangunan yang Lulus Fast-Track di ITB, Buktikan Mimpi Penuh dengan PerjuanganSebelah kanan: Alif berfoto di kampus ITB, sebelah kiri: Alif bersama keluarga (Instagram/@aliftowew)

INDOZONE.ID - Perjuangan meraih gelar di pendidikan tinggi gak semuanya bisa mulus. Apalagi kalau datang dari keluarga kurang mampu atau ekonomi terbatas. 

Akan tetapi, keterbatasan ekonomi bukan jadi penghalang, asal punya tekad dan semangat yang tinggi. Apalagi, ditambah dengan keinginan untuk membanggakan orang tua, semua bisa dihadapi.

Kisah inspiratif datang dari Alif, seorang anak tukang bangunan, yang bisa lulus S1 dan S2 fast-track di Program Studi Matematika Institut Teknologi Bandung (ITB). 

Baca juga: Mau Lolos Tes SKD? Ini Tips, Trik, dan Strategi Pengerjaan Soalnya Biar Dapat Hasil Maksimal

Berbagai tantangan Alif hadapi dalam perjalanan kuliahnya. Di awal kuliah, sang ayah tercinta meninggal dunia, karena serangan jantung.

“Baru 1 minggu berkuliah di ITB, Bapa meninggal terkena serangan jantung ketika sedang mencari nafkah, meninggalkan saya, mamah, & adik saya. Sedih? sangat sedih dan kehilangan sekali,” tulisnya Alif dalam caption Instagram/@aliftowew. 

Baca juga: Siap Panen Sayur Segar dan Lele Gemuk? Mahasiswa KKN-T UNDIP Ajak Warga Belajar Aquaponik Sederhana!

Kondisi ini gak bisa lama-lama dihadapi oleh Alif. Ia mulai bangkit dan memikirkan keluarganya untuk kedepannya. 

Setelah ayahnya meninggal, Alif menjadi tulang punggung keluarga. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan seperti makan, bayar kontrakan, dan lainnya.

“Tapi ga bisa lama2 juga, kepikiran gimana keluarga saya kedepannya tanpa ada yg menafkahi? Bagaimana bayar kontrakan? biaya makan? Tapi ada yg mengingatkan saya yg memberi rezeki itu Allah bukan bapak,” sambungnya.

Baca juga: Kenali Jurusan Teknik Instrumentasi: Prospek Kerja, Gaji, dan Tantangannya

Alif mengaku harus berangkat kuliah dari jam 6 pagi, hingga pulang jam 10 malam. Berbagai pekerjaan yang menghasilkan uang ia lakukan, mulai dari mengajar part-time, asisten dosen, hingga asisten lab.

“Semenjak itu saya jadi tulang punggung keluarga,” ujar Alif.

“Semua yg menghasilkan dikerjakan supaya ada uang untuk keluarga,” tulisnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram/@zonamahasiswa.id, Instagram/@aliftowew

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kisah Anak Tukang Bangunan yang Lulus Fast-Track di ITB, Buktikan Mimpi Penuh dengan Perjuangan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!