Mahasiswa KKN UNDIP Bersama Warga Jombor (Salma/Z Creators)
INDOZONE.ID - Siapa sangka limbah plastik rumah tangga yang sering dianggap mengganggu, bisa disulap jadi pot tanaman estetik dan fungsional? Inilah yang dilakukan warga Kelurahan Jombor, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Diponegoro (UNDIP) lewat program Eco-Pot Brick.
Gerakan ini bukan cuma soal ngurangin volume sampah plastik, tapi juga jadi bukti bahwa kolaborasi positif bisa ngasilin karya yang ramah lingkungan, ekonomis, dan punya nilai seni.
Eco-Pot Brick adalah pot tanaman kreatif berbahan dasar galon bekas yang dihias dengan ecobrick, yakni botol plastik yang diisi potongan limbah plastik lunak dan dipadatkan hingga keras seperti batu bata. Istilah ecobrick sendiri berasal dari kata “eco” (lingkungan) dan “brick” (bata), yang menggambarkan alternatif bahan bangunan yang ramah lingkungan.
Proses pembuatannya cukup simpel dan bisa dilakukan siapa aja. Mulai dari mengumpulkan sampah plastik bekas seperti sedotan, kresek, hingga bungkus makanan, lalu dipotong kecil-kecil dan dimasukkan ke dalam botol plastik bening hingga padat. Setelah penuh, tinggal ditutup rapat. Hasilnya? Botol keras dan kokoh yang bisa dijadikan hiasan atau bahan bangunan alternatif.
Eco-Pot Brick yang dibuat warga Jombor ini nggak cuma fungsional, tapi juga kece secara visual. Pot yang dihias dengan warna-warni ecobrick ini bakal dipajang di sepanjang jalan menuju lahan Kelompok Wanita Tani (KWT) Jombor dan area sekitar KWT. Jadi, selain jadi solusi sampah, juga mempercantik lingkungan sekitar.
Program ini merupakan salah satu proyek unggulan dari KKN-T IDBU Tim 08 Kelompok 3 UNDIP. Mahasiswa dan warga Jombor bahu-membahu dalam produksi Eco-Pot Brick, apalagi mengingat bank sampah setempat sudah lama tidak aktif, jadi ini jadi bentuk gerakan nyata untuk mulai lagi peduli lingkungan.
Inisiatif ini pun dapat sambutan hangat dari berbagai pihak. Lurah Jombor, Ibu Wiyarsi, mengaku sangat mendukung dan melihat program ini sebagai bentuk semangat gotong royong baru di masyarakat.
“Program ini sangat membantu dalam kelestarian lingkungan Jombor. Ini adalah inovasi positif yang membangkitkan semangat warga,” ujarnya.
Hal serupa juga disampaikan oleh Ketua KWT Jombor, Ibu Ngatini. Menurutnya, Eco-Pot Brick ini bukan hanya hemat biaya, tapi juga unik dan cantik.
“Saya sangat berterima kasih. Pot ini bukan cuma hemat, tapi juga ramah lingkungan dan menarik secara visual. Warnanya bikin area KWT jadi makin hidup!”
Dukungan juga datang dari Dosen Pembimbing Lapangan, Muhamad Azhar, S.H., L.L.M, yang terus memberi dorongan moral kepada para mahasiswa selama proses berlangsung.
Lewat program ini, mahasiswa UNDIP dan warga Jombor berharap bisa menginspirasi masyarakat luas buat lebih peduli lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah plastik. Nggak cuma mengurangi sampah, tapi juga mendorong kreativitas, memberdayakan warga, dan bikin ruang publik jadi lebih cantik dan nyaman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan