PULSAR18: Inovasi Perangkat Simulasi Aliran Darah Karya Mahasiswa ITB, Lebih Portabel dan Ramah Lingkungan
INDOZONE.ID - Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung (ITB), mengembangkan perangkat simulasi aliran darah.
Inovasi ini ditunjukkan sebagai tugas akhir bernama PULSAR18 (Pulsatile Simulation for Arterial Pressure). Projek ini dikembangkan oleh tiga mahasiswa, Al Khairy Fairley, Sineka Lintang, dan M. Zhofran Arrafi Anwar, serta dosen pembimbing Muhammad Siddiq Sayyid Hashuro.
Baca juga: Stefan CoC 2, Unjuk Kemampuan Spasial dan Hobi Editing
PULSAR18 dirancang untuk bisa mereplikasi tekanan darah manusia, baik saat kondisi sehat maupun patologis. Bukan cuma itu, alat ini bisa digunakan untuk pelatihan medis dan pengembangan, tanpa perlu menggunakan hewan atau kadaver. Sebab itu, bisa lebih portabel dan ramah lingkungan.
Perangkat ini memiliki fitur utama yakni sistem pompa pulsasi yang dapat diatur. PULSAR18 bisa meniru detak jantung, mulai dari 30 hingga 200 BPM, dan tekanan sistolik 70-190 mmHg, serta diastolik 40-100 mmHg.
Baca juga: 4 Hal Unik Kuliah di Harvard yang Bikin Mahasiswa Indonesia Terheran-heran
“Tujuan utama dari alat ini adalah untuk eksperimen riset dan pelatihan medis,” ujar Sineka.
“Ketika seorang dokter memiliki model medis untuk latihan menjahit pembuluh darah atau prosedur lainnya, mereka bisa menyambungkan ke pompa ini dan merasakan aliran darah serta denyutan jantungnya secara nyata,” tuturnya.
Selain itu, PULSAR18 memiliki antarmuka intuitif yang berbasis dari teknologi Android melalui Bluetooth. Alat ini juga mudah dibawa kemana-mana seperti praktek di laboratorium, karena hanya memiliki dimensi 30 x 30 x 30 cm, dan beratnya hanya 2,5 kg.
Baca juga: IPB University dan National University of Singapore Perkuat Kolaborasi Riset Sistem Pangan
“Kami menyediakan beberapa preset, tapi pengguna juga bisa menyesuaikan sendiri detak jantung maupun bentuk gelombangnya. Mau sistolnya setinggi apa, diastolnya bagaimana, itu bisa sepenuhnya diatur, sehingga pelatihan dapat dilakukan sesuai kondisi medis yang diinginkan.” sambung Sineka.
Saat ini, PULSAR18 bisa menangani cairan dengan viskositas antara 2 sampai 6 cP. Pada rentang ini, sudah menyerupai kekentalan darah manusia.
“Kami juga melakukan pengujian dengan manometer untuk memvalidasi tekanan. Hasilnya, pembacaan sensor sudah sesuai target, sehingga simulasi aliran darah dapat dilakukan dengan akurat,” katanya.
PULSAR18 bukan hanya menghadirkan inovasi bagi ITB, tapi juga kontribusi nyata yang aplikatif. Selain itu, bisa membuka peluang manfaat lebih lanjut pada bidang kedokteran dan penelitian medis.
Inovasi ini juga bukti adanya kolaborasi antara bidang teknik dan kedokteran, yang bisa diwujudkan secara lebih konkret.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Itb.ac.id