Sabtu, 02 AGUSTUS 2025 • 14:05 WIB

Gerakan Tanaman Obat Keluarga, Mahasiswa KKN Undip Ajak Jaga Kesehatan dengan Cara Alami

Author

Mahasiswa KKN Undip menggelar edukasi dan penyuluhan mengenai pengelolaan Tanaman Obat Keluarga (Toga) di Balai RW 7 Kelurahan Sambiroto. 

INDOZONE.ID - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 118 Universitas Diponegoro Semarang  menggelar edukasi dan penyuluhan mengenai pengelolaan Tanaman Obat Keluarga (Toga) di Balai RW 7 Kelurahan Sambiroto, Kecamatan Tembalang, Semarang. 

Kegiatan yang dilakukan Sabtu (19/7/2025) ini dihadiri warga, terutama ibu rumah tangga yang antusias mengikuti rangkaian edukasi mulai dari pengenalan tanaman obat keluarga hingga praktik pengelolaannya.

Program edukasi dan penyuluhan disusun sebagai bentuk kontribusi mahasiswa terhadap peningkatan kesadaran kesehatan masyarakat. 

Baca juga: Kukuhkan 9.347 Mahasiswa Baru, Rektor UNAIR: Jangan Cuma Ngejar IPK Saja

Toga dinilai dapat menjadi alternatif pengobatan alami sekaligus solusi preventif/pencegahan terhadap penyakit sindrom  metabolik, seperti hipertensi, diabetes dan kolestrol tinggi. 

Hal ini terutama di tengah naiknya biaya layanan kesehatan dan meningkatnya ketergantungan pada obat kimia.

“Banyak tanaman di sekitar kita sebenarnya punya manfaat luar biasa. Kami ingin warga tahu bahwa jahe, kunyit, kencur, dan daun salam itu bukan sekadar bumbu dapur, tapi juga bagian dari gaya hidup sehat yang murah dan bisa diakses siapa pun,” ujar Araya selaku penyuluh sekaligus penyusun booklet Toga Sehat Keluarga Hebat.

Baca juga: Dulu Bertahan, Kini Membangun: Mahasiswa Undip Ajarkan Ketahanan Pangan Dunia Melalui Sejarah

Dalam pemaparan, peserta dikenalkan pada prinsip dasar pengelolaan Toga. 

Penjelasan dimulai dari cara memilih lokasi tanam yang sesuai, pengolahan media tanam organik, pemupukan alami, teknik penyiraman, pemangkasan, hingga perlindungan dari cuaca ekstrem. 

Mahasiswa juga memaparkan manfaat masing-masing jenis tanaman berdasarkan kandungan senyawa aktifnya.

Sesi berlanjut dengan pembahasan waktu panen dan penyimpanan. Rimpang seperti jahe dan kunyit dipanen setelah 8–12 bulan, sementara daun sereh dan daun salam bisa dipetik setelah tanaman tumbuh rimbun. 

Baca juga: Lewat Edukasi Visual, Mahasiswa KKN Undip Hidupkan Potensi Wisata Pelabuhan Perikanan Pantai Tawang

Warga juga diajarkan cara menyimpan hasil panen agar tetap awet dan tidak kehilangan khasiat, seperti dengan penjemuran dan penyimpaman hasil panen yang tepat.

Suasana penyuluhan berlangsung hangat. Warga menyimak , bertanya, dan berdiskusi langsung dengan mahasiswa. 

Erni, salah satu peserta, mengaku baru tahu bahwa rebusan daun salam bisa menurunkan tekanan darah.

“Biasanya saya cuma pakai buat masak opor. Ternyata kalau direbus bisa jadi minuman herbal. Anak saya juga sering batuk, nanti saya coba tanam jahe dan kencur di rumah,” ujarnya.

Penyuluhan disertai  dengan pembagian booklet “Toga Sehat, Keluarga Hebat” yang disusun secara praktis dan informatif.  

Baca juga: Peduli Keselamatan Berlalu Lintas, Mahasiswa KKN Undip Sosialisasikan Bahaya Kendaraan Tak Sesuai Standar

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa Undip untuk mendorong masyarakat hidup sehat berbasis alam. 

Harapannya, Toga bisa menjadi alternatif dalam  upaya kesehatan rumah tangga dan pencegahan penyakit sindrom metabolik, sekaligus mengurangi ketergantungan pada obat-obatan kimia.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU