INDOZONE.ID - Universitas Indonesia (UI) dan Chung Shan Medical University (CSMU) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU), kerja sama dalam bidang edukasi dan riset pendidikan.
Kedua kampus akan bekerja sama dalam 5 bidang, mulai dari pertukaran dosen, pertukaran mahasiswa, pengembangan kurikulum, penelitian kolaboratif, dan praktek klinis.
Rektor UI, Prof. Heri Hermansyah memberikan apresiasi terhadap kolaborasi antara pendidikan dan layanan klinis. Ia berharap, kunjungan UI ke CSMU bisa meningkatkan pemahaman langsung sistem pelatihan dosen, magang, serta mekanisme kolaborasi.
Dari Pertukaran Pelajar hingga Gelar Ganda
“Kerja sama ini dapat meningkatkan pemahaman dan keterlibatan mahasiswa dan fakultas dari kedua universitas. Hal ini dapat diwujudkan melalui program-program seperti pertukaran pelajar dan program gelar ganda. Melalui kolaborasi ini UI dan CSMU dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan riset, mengembangkan SDM, dan memperkuat jaringan internasional,” ujar Prof. Heri.
Sementara itu, President Chung Shan Medical University, Prof. Huang Chien-Ning mengatakan kalau RS Pendidikan CSMU menjadi basis praktek klinis bagi mahasiswa Indonesia, serta pasien rujukan di negara tersebut.
Baca juga: Trial Class Broadcasting Telkom University: 30 Siswa SMA Rasakan Produksi Talk Show Langsung
Dari tahun 2017, CSMU juga mengembangkan Program Kerja Sama Pelayanan Kesehatan Gigi New Southbound Policy. CSMU bekerja sama dengan Kedokteran Gigi UI dalam akademik dan klinis untuk jangka panjang.
Menurutnya, UI jadi salah satu kampus terkemuka di Asia Tenggara. UI dan CSMU pun memiliki rumah sakit masing-masing, yang bisa saling melengkapi. Kerja sama keduanya berlanjut pada bidang kesehatan masyarakat dan keperawatan, yang menggunakan teknologi kesehatan berbasis AI.
Kerja sama lain antara UI dan CSMU adalah program gelar ganda (double degree), pertukaran jangka pendek, dan COIL (Collaborative Online International Learning) atau kuliah daring.
Baca juga: STECU: Strategi Tampil Effortless ala Ciwi-ciwi Kampus
“Dalam enam bulan ke depan, kedua pihak menargetkan untuk menyelesaikan penandatanganan perjanjian implementasi teknis dan memulai serangkaian program aksi yang menyelaraskan pendidikan dan praktik klinis. Hal ini diharapkan dapat memperkuat visibilitas internasional pendidikan kedokteran Taiwan di kawasan New Southbound.” ujarnya.
Alasan Kerja Sama UI dan CSMU
Prof. Huang juga bercerita, ada remaja 15 tahun asal Indonesia yang menderita prognatis mandibula parah (protrusi rahang bawah), serta gangguan rahang gigi permanen. Selama tujuh tahun, proses pengobatannya tidak berhasil.
Lalu, ada inisiatif dari Dr. drg. Nia Ayu Ismaniati (Kepala Badan Kerja Sama dan Kewirausahaan UI), yang merujuknya ke Rumah Sakit Pendidikan CSMU untuk perawatan intensif.
Dari kasus ini, menjadi alasan penandatanganan MoU antara UI dan CSMU, untuk kolaborasi praktek nyata. Ini juga jadi langkah konkret perluasan kerja sama internasional kedua kampus.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ui.ac.id