INDOZONE.ID - Siapa yang masih buka presentasi dengan, “Selamat pagi, perkenalkan nama saya,” lalu langsung masuk ke inti materi?
Gaya pembukaan seperti itu memang umum, tapi kini saatnya kamu tingkatkan level presentasimu!
Daripada presentasimu biasa-biasa saja, yuk kenali rumus pembukaan presentasi yang diperkenalkan oleh Ferry Irwandi, yaitu S.O.C.I.A.L. Dijamin, satu kelas dan dosenmu langsung terpukau!
Rumus S.O.C.I.A.L
Baca juga: Ini Alasan Mahasiswa Lebih Senang Pakai Canva untuk Membuat Presentasi Ketimbang Power Point
-
S (Story / Situasi) - Cerita
Awali presentasimu dengan cerita atau situasi yang menarik. Bukan sekadar data atau fakta, tapi storytelling yang akan menjadi "pengait" yang kuat.
Cerita ini akan menciptakan rasa "Oh iya, relate banget, ya," yang langsung menghubungkanmu dengan audiens. Gunakan cerita dari pengalaman pribadi, pengamatan, atau kejadian sehari-hari.
Contoh: “Beberapa hari lalu, saya naik ojek online. Driver-nya cerita, dia kerja 12 jam sehari, tapi buat bayar sekolah anaknya saja masih ngos-ngosan."
-
O (Observation) - Pengamatan
Lanjutkan dengan pengamatan yang kontras atau relevan. Poin ini akan memancing rasa penasaran dan menunjukkan sisi lain dari fenomena yang kamu ceritakan, sekaligus mulai menyambungkan cerita ke topik utama.
Baca juga: Anti Demam Panggung! Tips Jitu Biar Pede Ngomong di Depan Umum
Contoh: "Di sisi lain, kita sering lihat di media sosial orang beli mobil miliaran kayak lagi belanja baju."
-
C (Connection) - Koneksi
Hubungkan cerita dan pengamatanmu dengan pertanyaan yang memantik pikiran audiens.
Pertanyaan retoris ini akan menjadi jembatan antara apa yang mereka rasakan dan topik yang akan kamu bahas.
Contoh: "Pertanyaannya, kenapa bisa ada jurang selebar itu antara si kaya dan si miskin?"
-
I (Insight) - Wawasan
Setelah berhasil menarik perhatian mereka, berikan wawasan atau data pendukung yang valid.
Cerita dan argumenmu akan didukung oleh fakta, membuat audiens merasa mendapatkan pengetahuan baru yang berharga.
Baca juga: 3 Tips dari Mahasiswa Berprestasi: Kejar Sukses Sejak Semester 1
Contoh: "Kesenjangan ekonomi di Indonesia masih tinggi. Data World Bank menyebut, 1% orang terkaya menguasai hampir separuh kekayaan nasional."
-
A (Agenda) - Tujuan
Setelah audiens paham mengapa topik ini penting, jelaskan secara ringkas apa yang akan kamu sampaikan.
Tunjukkan "peta jalan" presentasimu agar mereka tahu apa yang akan mereka dapatkan.
Contoh: "Dalam presentasi ini, kita akan jelaskan faktor penyebab kesenjangan, dampaknya, dan strategi untuk menguranginya."
-
L (Lo-faen / Impact) - Dampak
Terakhir, tutup pembukaanmu dengan pesan atau dampak yang bisa dibawa pulang oleh audiens. Jelaskan mengapa topik ini relevan, terutama bagi mereka sebagai bagian dari generasi muda.
Contoh: "Dengan memahami isu ini, kita bisa lebih kritis sebagai generasi muda dalam menuntut keadilan ekonomi."
Dengan menerapkan trik ini, kamu bisa membuat presentasi yang lebih berkesan dan menepis pandangan bahwa presentasi itu membosankan.
Ingat, kuncinya adalah membangun narasi kuat, memancing rasa ingin tahu, dan meninggalkan kesan mendalam bagi audiens.
Jadi, sudah siap mencoba rumus ini di presentasi berikutnya?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@genzpede.id