INDOZONE.ID - Dari perpanjangan pendaftaran ulang hingga strategi mundurkan kalender akademik, jadi solusi beberapa perguruan tinggi swasta di Malang tengah mengalami kekurangan mahasiswa baru (maba).
Kalau biasanya maba yang sibuk berburu kampus, lain halnya dengan tahun ini. Justru sebaliknya, beberapa kampus di Malang harus putar otak karena kuota masih belum terpenuhi.
Baca juga: Generasi UNS 2025: PKKMB Perdana Ajak Mahasiswa Baru Jadi Pribadi Humanis dan Tangguh
Salah satu kampus yang terdampak adalah Universitas Merdeka (Unmer) Malang. Dari target 3.500 kursi, baru terisi sekitar 2.600 pendaftar ulang, atau sekitar 74 persen.
Situasi ini mendorong Unmer untuk menyiapkan strategi plan B, yaitu memperpanjang pendaftaran hingga awal September.
Tidak berhenti di situ, langkah berikutnya kampus juga mengantisipasi dengan membagi jadwal PKKMB menjadi dua gelombang.
Baca juga: Megah dan Penuh Makna, UPH Festival 2025 Sambut Mahasiswa Baru dengan Semangat Iman dan Karakter
Bahkan, Kepala Biro Hubungan Masyarakat Unmer, Razqyan Mas Bimatyugra Jati, menyebutkan ada kemungkinan timeline perkuliahan mundur dari jadwal semula, yakni 8 September.
Situasi serupa juga dialami Universitas Gajayana (Uniga) Malang. Dengan target 1.000 maba, Uniga baru mencatatkan 650 mahasiswa.
Tak tinggal diam, Uniga memilih strategi mendekati langsung sekolah-sekolah untuk menjaring calon mahasiswa.
Baca juga: MURI Akui Prestasi IPB University! 4472 Mahasiswa Baru Pecahkan Rekor di MPKMB IPB 62
Harapannya, pendekatan personal ini bisa menarik perhatian sekaligus meyakinkan pelajar memilih Uniga.
Hingga 22 September, kampus masih optimistis mengejar ketertinggalan 35 persen kuota.
Kenapa maba “sepi” tahun ini?
- Persaingan ketat PTN berstatus PTNBH. Banyak PTN kini lebih menarik bagi siswa, dengan biaya kuliah serupa tapi fasilitas negeri terasa lebih menjanjikan.
- Banyak pilihan kampus. Jumlah perguruan tinggi di Malang, baik negeri maupun swasta, membagi pasar calon mahasiswa.
- Tidak lanjut daftar ulang. Ada calon mahasiswa yang menunggu hasil PTN, meski sebelumnya sudah daftar di PTS. Kalau tidak diterima, mereka lebih memilih mencoba lagi tahun depan.
- Pilih jalur nonformal untuk cepat kerja. Faktor ekonomi membuat sebagian pelajar memilih kursus keterampilan dengan biaya lebih terjangkau, dianggap lebih cepat “balik modal” dibanding pendidikan formal.
Jadi, kalau kamu masih bingung mau kuliah di mana, ini saatnya melirik kampus swasta. Tinggal daftar ulang, auto masuk, dan siapa tahu apa yang kamu cari justru ada di sana!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan, Tiktok