INDOZONE.ID - Keterbatasan biaya seringkali menjadi tembok besar bagi anak muda berprestasi untuk melanjutkan kuliah.
Namun dengan tekad kuat, usaha, dan doa, Wahyu Priandana berhasil menembus jalur SNBP Universitas Lampung (Unila) di Program Studi Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian.
Terlahir dari keluarga sederhana, ayahnya bekerja sebagai petani dan ibunya tengah dalam masa pemulihan dari sakit tiroid. Kondisi ini sempat membuat Wahyu mengurungkan niatnya melanjutkan kuliah karena khawatir akan biaya.
Namun berkat dorongan orang tua dan gurunya di pondok pesantren bernama Bayyinatush Shobariyyah, Wahyu kembali bersemangat mengejar mimpinya.
“Awalnya saya tidak ingin berkuliah, tetapi dorongan orang tua dan guru membuat saya bertekad. Saya percaya, tidak ada yang tidak mungkin selama kita menyertakan nama Tuhan dalam kehidupan,” ujarnya, dikutip dari laman Unila.
Dengan dukungan penuh orang tua dan gurunya, Wahyu mendaftar beasiswa dan akhirnya diterima sebagai mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).
Baca juga: Liquor Harrison, Perenang Muda Indonesia Raih Beasiswa Kuliah di AS Lewat Jalur Atlet
Kabar dirinya diterima langsung ia sampaikan kepada kedua orang tuanya, membuat rasa bangga dan haru menyelimuti keluarga keluarga kecil mereka. Kini, ia bisa berkuliah tanpa terbebani masalah biaya.
Lahir dan besar di Dusun Pusingan, Desa Kualasekampung, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan, tak menghalanginya untuk terus berprestasi.
Semasa sekolah di Pondok Pesantren Shuffah Hizbulah dan Madrasah Al-Fattah, Wahyu aktif di berbagai organisasi seperti pramuka, paskibra, Islamic Student Movement Al-Fatah, hingga Tapak Suci.
Prestasinya pun berderet, di antaranya:
- Juara 1 lomba pidato kebangsaan tingkat provinsi
- Juara 2 lomba pidato bahasa Arab tingkat nasional
- Juara di berbagai ajang pencak silat
- Juara kompetisi keagamaan
Baca juga: Couple Goals! Kisah Pasangan Hanin dan Kiki Raih Beasiswa LPDP di UK
Cita-citanya sederhana, yaitu ingin mengangkat derajat keluarga dan membuktikan bahwa anak desa juga bisa berprestasi di perguruan tinggi.
Wahyu yakin, dengan usaha dan dukungan penuh serta melibatkan sang pencipta, jalan akan diperlihatkan dan dimudahkan.
“Terus semangat, kerja keras, dan pantang menyerah. Libatkan Tuhan di setiap langkah, manfaatkan setiap kesempatan, dan kembangkan diri di manapun kalian berada,” pesannya untuk mahasiswa lain di luar sana.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unila.ac.id