Kolaborasi Peneliti Australia, Cerita Rakyat dan Ilmiah Maros-Pangkep Hadir dalam Komik Edukatif
INDOZONE.ID - Cerita rakyat dan penemuan ilmiah di kawasan Geopark Global UNESCO Maros-Pangkep kini dikemas dalam bentuk komik berwarna. Ide kreatif ini digarap oleh dua peneliti asal Australia, Dr. Alena K. Kimbrough dan Daniel A. Becker.
Alena dikenal lewat sejumlah karya ilmiahnya, sementara Daniel merupakan digital illustrator yang sudah lama berkarya di dunia seni rupa, mulai dari art prints, komik, hingga desain. Keduanya berkolaborasi menulis sekaligus menggambar komik yang kemudian hadir dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris. Proses penerjemahannya dilakukan oleh Nurliana, staf Badan Pengelola Geopark Maros-Pangkep sekaligus pegawai Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulsel.
Baca juga: Keren, Mahasiswa SPI UIN Alauddin Makassar Hidupkan Kembali Sejarah Kerajaan Bone Lewat Komik
Alena mengaku pembuatan komik ini penuh tantangan karena harus berinteraksi langsung dengan sejarawan dan budayawan.
“Alena mempelajari goa di Maros, perubahan iklim, curah hujan, dan lain-lain. Tahun 2022 itu saya jalan-jalan ke Rammang-Rammang,” kata Alena dalam bahasa Inggris yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Nurliana.
Sementara itu, Daniel bercerita bahwa ia sudah 15 tahun berkecimpung sebagai illustrator. “Saya suka menggambar sejak kecil. Sebelumnya ada komik superhero dan saintifik yang saya buat. Sehingga pada saat diajak kolaborasi, saya percaya diri,” ungkapnya.
Namun, lanjutnya, proses alih bahasa menjadi tantangan tersendiri. “Tantangan kami adalah harus mempertahankan keaslian, autentik dari kisah itu. Kesulitannya, dari bahasa Inggris diterjemahkan lagi ke bahasa Indonesia, lalu kembali ke bahasa Inggris,” tambah Daniel.
Sebagai informasi, Dr. Alena K. Kimbrough dan Daniel A. Becker merupakan peneliti dari Universitas Wollongong, Australia.
General Manager Badan Pengelola Geopark Maros-Pangkep, Dedy Irfan Bachri, mengungkapkan pembuatan komik ini memakan waktu setahun. Untuk menjaga keaslian cerita, pihaknya melibatkan banyak narasumber berkompeten.
Dedy menjelaskan, komik berjudul Penemuan Ilmiah Sulawesi atau Scientific Discoveries of South Sulawesi menyajikan kekayaan ilmiah Maros-Pangkep. Isinya merangkum hasil penelitian tambahan serta ulasan para ahli, mulai dari flora-fauna endemik hingga kondisi geologi kawasan, yang disajikan dengan bahasa sederhana.
Adapun komik Cerita Rakyat Sulawesi atau Sulawesi Folklore mengangkat kisah tradisional dari Maros dan Pangkep, yang ditulis ulang oleh Lory Hendrajaya dan Djajang Andi Abbas.
“Ada dua cerita rakyat, yang dari Kabupaten Maros diwakili oleh cerita rakyat Toakala dan Bissudaeng. Dari Kabupaten Pangkep, karena berbasis kepulauan, diwakili oleh cerita Raja Lipan dari Pulau Marasende,” kata Dedy.
Baca juga: Mahasiswa Undika Surabaya Buat Komik Digital, Terinspirasi dari Orang yang Doyan Belanja
Menurutnya, komik ini dibuat sebagai media edukasi yang inklusif dan mudah diakses.
“Cerita rakyat ini bisa dikenali di sekolah SD, SMP, dan SMA. Mengedukasi anak-anak sekolah soal Geopark Maros-Pangkep. Kita butuh instrumen untuk memudahkan masyarakat di semua kalangan, baik anak-anak hingga orang tua. Salah satunya dengan cara ini, menggunakan instrumen komik bisa lebih mudah dipahami,” ujarnya.
Dedy menambahkan, komik ini sudah dibagikan ke pemerintah dan sekolah-sekolah dengan dukungan dana hibah dari Indonesia-Australia Institute serta stakeholder Geopark Maros-Pangkep. Versi elektroniknya juga tersedia di website resmi Geopark, geoparkmarospangkep.id.
“Karena ini dalam dua bahasa, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, sehingga kita berharap ini bukan hanya jadi bacaan di kawasan Maros-Pangkep, tapi juga bisa dibaca oleh masyarakat umum. Di Australia, komik ini juga akan disimpan di beberapa pusat informasi untuk memperkenalkan kawasan Geopark Maros-Pangkep serta Sulawesi Selatan,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung