INDOZONE.ID – Mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional.
Fadiani Risqita Mamang, mahasiswa Fakultas Psikologi UNAIR, berhasil meraih Juara 2 dalam ajang Psychology Scientific Event (Psyfic) 2025 yang digelar di Universitas Hasanuddin, Makassar, akhir Agustus lalu.
Fadiani memenangkan kategori poster infografis dengan karyanya yang berjudul "AI Bisa Cepat, Tapi Manusia Harus Tetap CERMAT: Mengelola Teknologi untuk Membangun Resiliensi dan Kendali Diri."
Prestasi ini menjadi makin spesial karena ia berkompetisi secara individu, bersaing dengan tim-tim dari universitas besar lainnya.
Baca juga: Selamat! Mahasiswa UGM Juara 1 Kompetisi Esai Nasional Bikin Karya Solar Tracker
Angkat Isu Kesehatan Mental di Era AI
Dalam posternya, Fadiani mengangkat isu tentang dampak negatif perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) terhadap kesehatan mental, khususnya di kalangan anak muda.
Menurutnya, ketergantungan pada AI dapat menurunkan kemampuan berpikir kritis, melemahkan regulasi emosi, dan mengganggu kesehatan mental.
“Tema besar lomba adalah Psychological Well-being in The Digital Age. Kuncinya bukan menolak teknologi, tapi belajar mengelolanya agar tetap sehat secara psikologis,” jelas Fadiani dikutip pada Selasa pagi (9/9/2025).
Sebagai solusinya, ia memperkenalkan Prinsip CERMAT, sebuah panduan sederhana yang mudah diterapkan dalam mengelola penggunaan teknologi berbasis AI.
Akronim ini merupakan singkatan dari: Cek Fakta, Evaluasi Emosi, Rutin Detox Digital, Mindful Menggunakan AI, Tetap Terhubung Nyata.
Baca juga: Keren! Tim FEB UNAIR Malah Sabet 2 Medali di Challenge Inovasi Kimia Internasional CIDC 2025
Tantangan Bertanding Sendirian
Fadiani mengatakan proses pengerjaan posternya membutuhkan waktu sekitar dua minggu, mulai dari riset literatur hingga desain.
Tantangan terberatnya adalah harus bersaing sebagai peserta individu melawan tim dari universitas besar lain seperti UGM dan UNPAD.
“Rasanya cukup berat, tapi juga menantang. Saya belajar banyak. Alhamdulillah, usaha itu terbayar saat diumumkan sebagai juara dua,” ujarnya.
Prestasi ini disambut baik oleh keluarga, dosen, dan teman-teman di Unair. Baginya, kemenangan ini menjadi bukti bahwa keberanian mencoba hal baru selalu memberikan hasil yang berharga.
Baca juga: 3 Persiapan Penting Buat Lanjutin Beasiswa ke Luar Negeri, Gak Pakai Ribet!
“Sebagai mahasiswa Unair, saya ingin membuktikan bahwa kita bisa bersuara dalam isu-isu psikologi dan teknologi di tingkat nasional, meskipun berkompetisi sendiri,” kata Fadiani.
Ke depannya, ia berencana mengembangkan Prinsip CERMAT menjadi modul psiko edukasi yang dapat diterapkan di sekolah atau komunitas.
“Kadang kita merasa belum siap, tapi justru dengan ikut lomba kita belajar, berkembang, dan menemukan potensi diri,” pungkas Fadiani.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Humas Unair