Selasa, 09 SEPTEMBER 2025 • 15:39 WIB

Bukti Agent of Change, Ini 3 Aksi Mahasiswa yang Mencetak Sejarah

Author

Ilustrasi demo mahasiswa (freepik)

INDOZONE.ID - Duduk di bangku kuliah tidak hanya soal mengikuti perkuliahan dan aktif organisasi, tapi juga menyadari peran penting mahasiswa. Salah satu peran mahasiswa adalah menjadi agent of change alias agen perubahan.

Mengapa Mahasiswa Menjadi Agen Perubahan?

Tanggung jawab ini disematkan kepada mahasiswa bukan tanpa alasan. Posisi mahasiswa dinilai ideal karena tiga hal istimewa ini, yaitu ilmu pengetahuan, semangat muda, dan idealisme yang tidak memihak.

Kombinasi ini menjadikan mahasiswa selalu di posisi garda terdepan dalam menyuarakan aspirasi masyarakat dan memperjuangkan keadilan.

3 Aksi Mahasiswa yang Mencetak Sejarah

Baca juga: Bukan Acara Biasa, Indonesia Punya Kamu 2025 di IPB Ajak Pemuda untuk Jadi Agen Perubahan

Berikut tiga aksi mahasiswa yang berhasil membawa perubahan besar dan membekas dalam sejarah Indonesia:

1. Titik Balik Reformasi 1998

Pada 1998, mahasiswa di seluruh Indonesia turun ke jalan meluncurkan aksi demonstrasi yang berujung pada tragedi dan memakan korban jiwa, termasuk mahasiswa. Perjuangan ini kemudian dikenal sebagai Gerakan Reformasi 1998.

2. Reformasi Dikorupsi 2019

Gerakan selanjutnya terjadi pada September 2019. Aksi mahasiswa dari berbagai kampus ini dipicu oleh penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) KPK yang dinilai bertentangan dengan semangat Reformasi 1998.

Baca juga: Ubah Sampah Jadi Berkah, Mahasiswi Undip Ajak Warga Sambiroto Olah Limbah Jahe Jadi Eco Enzyme

3. Penolakan UU Omnibus Law 2020

Gerakan mahasiswa besar lainnya muncul pada 2020 menolak UU Cipta Kerja. Aksi ini lahir dari keresahan karena undang-undang tersebut dianggap lebih menguntungkan investor daripada pekerja, serta berpotensi merugikan masyarakat.

Nah, tiga aksi di atas merupakan bukti nyata, bahwa mahasiswa berani mengambil sikap dan menyuarakan aspirasi. Mereka mencoba mendobrak stagnasi dan tatanan demi kesejahteraan rakyat.

Namun, menjadi agen perubahan tidak selalu harus melalui aksi besar. Mahasiswa juga bisa memulainya dari langkah-langkah sederhana yang mendorong perubahan, contohnya:

Baca juga: Dari IPK 2,69 Menjadi Asisten Profesor: Kisah Bagus Muljadi yang Mengubah Paradigma Dunia Akademik

  • Kenalkan Slow Fashion

Untuk mengurangi limbah tekstil, menyelamatkan sumber daya alam yang terbatas, serta melibatkan pengrajin dan komunitas, mahasiswa UNAIR memperkenalkan konsep slow fashion kepada masyarakat. Langkah ini mendorong kepedulian terhadap lingkungan sekaligus ekonomi lokal.

  • Kolaborasi Hijau

Mahasiswa BINUS berkolaborasi dengan dosen untuk memanfaatkan limbah buah menjadi produk ramah lingkungan bernama eco enzyme, yang rutin digunakan di kampus.

Baca juga: Bangun Budaya Literasi, Mahasiswa Undip Ajak Anak-anak Desa Dersansari 02 Cinta Membaca

  • Skhole-ITB Mengajar

Program kolaborasi berbasis semangat pengabdian masyarakat ini mengajak mahasiswa ITB mengajar secara langsung di empat rumah belajar setiap pekan. Gerakan ini bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan di sekitar kampus.

Dari yang besar sampai yang kecil, aksi-aksi tersebut dapat bawakan perubahan. Bagi generasi selanjutnya, mahasiswa diharapkan untuk terus tidak takut menyuarakan ketidakadilan dan berani membuat langkah-langkah kemajuan masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram/@mabaunpad.2025

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU