Rabu, 10 SEPTEMBER 2025 • 09:36 WIB

Mahasiswa Unpad Ciptakan Alat Terapi Fobia Berbasis Virtual Reality dan Aroma Kemenyan

Author

Varian aroma terapi dan virtual reality phone (unpad.ac.id)

INDOZONE.ID - Mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) menciptakan inovasi terapi fobia berbasis Virtual Reality (VR) dan aroma kemenyan.

Mereka menggabungkan teknologi modern dengan kearifan lokal, hingga menciptakan inovasi “Incensory”. Produk ini bakal memberikan pengalaman terapi multisensori yang imersif dan adaptif.

Baca juga: Kakek Rudy Raih Gelar Doktor di SBM ITB di Usia 73 Tahun, Bukti Belajar Gak Pernah Telat

Bantu Para Pengidap Fobia

Produk ini akan membantu para pengidap fobia untuk menghadapi ketakutannya, sehingga menghadirkan lingkungan yang aman, terkendali, dan menenangkan.

Tim mahasiswa Unpad ini terdiri dari Jeremia Luis Fernando Silitonga (Bisnis Internasional), Farhan Ardia Nashwan (Kedokteran), Salma Salamah (Ilmu Peternakan), Nadia Ratu Aini Alamsyah (Akuntansi), dan Haris Herdiansyah (Teknik Informatika), serta dosen pembimbing Vira Kusuma Dewi. 

Inovasi ini mereka salurkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM-K) dan berhasil dapat pendanaan langsung dari Kemendiktisaintek RI.

Baca juga: Gen Z Wajib Catat! 6 Tips Public Speaking Buat Mahasiswa Biar Gak Asal Bicara

Bagi sebagian orang, rasa takut bukan sekadar hal sepele, tapi benar-benar bisa mengganggu keseharian. Data dari American Psychiatric Association menunjukkan kalau fobia spesifik bisa meningkatkan risiko yang serius.

Bukan cuma itu, fobia bisa menyebabkan kecenderungan untuk bunuh diri mencapai 60%. Sementara dari hasil survei tim, tercatat ada 81,1% responden mengaku merasakan gejala fobia yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Baca juga: Bukti Agent of Change, Ini 3 Aksi Mahasiswa yang Mencetak Sejarah

Merasakan Simulasi Realistis

Lewat Visual Immersive VR Phone, pengguna bisa merasakan langsung simulasi realistis sesuai dengan pemicu fobia yang dirasakan. Misalnya, fobia ketinggian, ruang sempit, bahkan kegelapan.

Inovasi ini digabungkan dengan penggunaan aroma therapeutic dari bahan kemenyan, yang bisa memberikan efek relaksasi alami. Selain itu, ada fitur kontrol adaptif yang bisa mengatur intensitas terapi sesuai kenyamanan.

Baca juga: Momen Unik Wisudawati Undana! Wisuda Siang, Tunangan Malam

Gabungan Teknologi Modern dan Kearifan Lokal

Kemenyan sebagai bahan utama parfum Incensory bukan suatu yang asing bagi masyarakat Indonesia. Kemenyan sudah digunakan selama berabad-abad untuk berbagai ritual budaya maupun spiritual.

Kini, penelitian modern mengungkapkan bahwa kemenyan mengandung senyawa alami yang bisa bantu mengurangi stres, bahkan memberikan efek menenangkan. 

Baca juga: 5 Kampus yang Punya Jurusan Kedokteran Terbaik di Dunia, Mana Impianmu?

Adanya kombinasi teknologi modern dengan kearifan lokal menjadikan Incensory sebagai terobosan bidang kesehatan mental. 

Bukan cuma itu, produk ini juga tetap memiliki nilai budaya yang kuat, bahkan membuka peluang memanfaatkan komoditas lokal ke mancanegara.

Baca juga: Guru Besar ITS Ciptakan Inovasi Teknologi Prediksi Gelombang Laut, Cuma Butuh Angin

Memiliki Nama Varian Unik

Setiap varian Incensory diberi nama dengan bahasa daerah, mulai dari Timbo (Batak, artinya tinggi), Jero (Sunda, artinya menjorok), dan Peteng (Jawa, artinya gelap). Produk ini semakin unik karena memiliki motif batik, yang semakin menonjolkan kekhasannya.

Dengan potensi ini, Incensory hadir untuk mendukung kesehatan mental masyarakat. Selain itu membuka peluang untuk mengembangkan ekonomi berbasis kearifan lokal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Unpad.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU