Senin, 15 SEPTEMBER 2025 • 12:34 WIB

Perbedaan KTI vs Essay, Simak Biar Gak Jadi Salah Kaprah di Dunia Kampus!

Author

Ilustrasi (freepik.com)

INDOZONE.ID - Kalau ngomongin tulisan akademik, biasanya ada dua jenis yang sering ditemui mahasiswa Karya Tulis Ilmiah (KTI) dan Essay. Nah kamu pernah gak bingung bedain Karya Tulis Ilmiah (KTI) sama Essay?

Perbedaan pada KTI dan Essay cukup signifikan, Keduanya sama-sama bentuk karya tulis, tapi punya tujuan, gaya, dan aturan yang berbeda.

Buat kamu anak kampus yang lagi siap-siap lomba, skripsi, atau sekadar ikut kompetisi menulis, paham bedanya bisa jadi kunci penting biar gak salah format.

Baca juga: 6 Tips Metode Belajar Efektif untuk si Mahasiswa Pelupa!

Perbedaan KTI dan Essay

Karya Tulis Ilmiah (KTI)

KTI itu adalah tulisan formal yang disusun berdasarkan penelitian dan aturan akademik. Isinya terstruktur rapi, lengkap dengan data, teori, dan sitasi untuk mendukung argumen.

  • Tujuan: Menyampaikan hasil penelitian atau temuan ilmiah.
  • Sifat: Formal, baku, penuh aturan akademik.
  • Struktur: Abstrak, pendahuluan, tinjauan pustaka, metode, hasil, pembahasan.
  • Bahasa: Objektif, ilmiah, disertai data dan sitasi.
  • Panjang: Bisa mencapai puluhan halaman.
  • Hasil akhir: Skripsi, laporan penelitian, atau jurnal ilmiah.

Essay

Essay lebih bebas dibanding KTI. Gaya penulisannya bisa personal, naratif, atau persuasif, bahkan sering dipakai untuk menyampaikan opini atau refleksi pribadi.

  • Tujuan: Lebih fleksibel, bisa personal, naratif, atau persuasif.
  • Sifat: Bebas, sederhana, tidak terlalu kaku.
  • Struktur: Pembuka, isi, penutup.
  • Bahasa: Lebih cair, subjektif, bisa dari opini atau pengalaman pribadi.
  • Referensi: Boleh ada, tapi tidak seketat KTI.
  • Panjang: Umumnya singkat, 2–10 halaman.
    Hasil akhir: Artikel, opini, refleksi, atau karya lomba.

Pemahaman soal perbedaan ini bukan cuma teori, tapi juga praktik. Misalnya, kalau ikut lomba karya tulis ilmiah, jelas harus pakai pola baku akademik dengan data kuat. 

Tapi kalau ikut lomba essay, lebih bebas menuangkan ide, cerita, atau pandangan pribadi, asal tetap runtut dan punya argumen yang meyakinkan.

Baca juga: Tips Survive di Kampus Buat Kamu Mahasiswa Introvert, Bukan Gak Bisa Bergaul Tapi Cuman Butuh Recharge Energi!

Selain itu ini juga bisa jadi bekal untuk kamu dalam pengerjaan Tugas Akhir (TA)

Nah, kamu lebih suka nulis yang kaku tapi penuh data kayak KTI, atau yang bebas berekspresi kayak essay? Atau malah pengen jago dua-duanya biar makin all out di dunia kampus?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram/@studentexchangeabroad

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU