INDOZONE.ID - Ngaku, siapa yang masih langganan makan mie pakai nasi biar makin kenyang. “Bukan orang Indonesia kalau makan tanpa nasi,” stop kalau ini pikiranmu!
Bagi anak kos, kebiasaan ini memang mengenyangkan sekaligus hemat, tapi ada bahaya tak terlihat yang mengikuti kebiasaan ini. Tapi menurut ahli gizi Rosyda Dianah, karbohidrat yang menumpuk tidak baik untuk jangka panjang.
Baca juga: 3 Resep Sarapan Praktis ala Anak Kos, Hemat dan Anti Ribet
“Kombinasi ini berisiko menimbulkan ketidakseimbangan nutrisi dan berbagai masalah kesehatan jika tidak diimbangi dengan asupan nutrisi lain,” jelas dosen Gizi IPB University itu.
Masalah Nutrisi dan Ketidakseimbangan
Rosyda menjelaskan, kombinasi yang menambahkan asupan karbohidrat dan kalori seperti mie dan nasi akan mengurangi asupan protein dan lemak yang seharusnya.
Sebagai contoh: makan 150 gram nasi + 100 gram mie = kira-kira 401 kcal, 82 gram karbohidrat, 7 gram protein, 2 gram lemak.
Perhitungan ini menunjukkan komposisi yang jauh dari kata ideal menurut konsep “My Plate” atau isi piringku, yang menganjurkan separuh piring terisi sayur dan buah, sisanya karbohidrat dan protein.
Risiko Jangka Panjang
Meski hanya dikonsumsi sesekali, tanpa diimbangi dengan olahraga dan pola makan yang sehat, tetap ada risiko munculnya penyakit seperti:
Baca juga: Rekomendasi Resep Makanan Sehat dan Sederhana, Cocok untuk Anak Kost
- Obesitas (kegemukan)
- Resistensi insulin (gangguan kontrol gula darah)
- Dislipidemia (ketidakseimbangan lemak darah)
- Peradangan kronis (inflammation)
- Lonjakan gula darah yang tajam akibat karbohidrat sederhana dari nasi putih dan mie instan
- Gangguan hormon pengatur nafsu makan, sehingga mudah merasa lapar dan makan berlebihan
4 Alternatif dan Saran Praktis Pengganti Mie dan Nasi
Lalu bagaimana cara tetap merasa kenyang tanpa harus menggabungkan nasi dan mie? Rosyda menyarankan beberapa langkah berikut:
Baca juga: Resep Tahu Walik Aci, Camilan yang Bisa Menemani Sore Anda
- Kurangi porsi karbohidrat pada makanan harian. Misalnya, setengah porsi nasi ditambah lauk hewani/nabati dan sayur.
- Alternatif menu: ubi rebus + protein hewani (misalnya telur), protein nabati (legum), dan sayuran.
- Menu rendah karbohidrat: mie shirataki dipadukan dengan protein dan sayuran.
- Gunakan konsep “My Plate” agar karbohidrat tidak lebih dari sepertiga piring, sisanya diisi protein, lemak sehat, serat dari sayur dan buah.
Jadi, definisi tidak baik memang tidak terlihat secara langsung, tapi dampak buruk yang mengikuti akan menumpuk dan perlahan datang.
Stop menunda dan menunggu hingga sakit, lebih baik mulai bijak atur piring makanmu dari sekarang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ipb.ac.id