INDOZONE.ID - Pernah gak sih dengar istilah gap year? Banyak banget mahasiswa atau calon mahasiswa yang masih salah paham soal ini. Ada yang bilang kalau ambil gap year itu buang waktu, bikin ketinggalan dari teman, bahkan bisa bikin susah masuk kampus favorit.
Padahal, kalau dilihat dari sisi lain, gap year justru bisa jadi peluang emas buat berkembang dan mengenal diri lebih jauh. Yuk, kita liat mitos vs fakta seputar gap year biar gak salah kaprah lagi!
Baca juga: Universitas Indonesia Buka Program Pre-University 2025 buat Siswa SMA dan Gap Year
Mitos: Gap Year Menghambat Karier
Faktanya, gap year justru bisa bikin CV lebih menarik. Karena selama masa jeda itu, bisa diisi dengan berbagai pengalaman berharga misalnya ikut kursus, magang, kerja paruh waktu, atau bahkan program relawan.
Semua pengalaman itu bisa memperkaya skill, membangun jaringan adi, adan memperluas perspektif.
Mitos: Anak Gap Year Ketinggalan dari Teman
Faktanya banyak mahasiswa yang memilih jalur ini terlihat lebih matang ketika akhirnya masuk kuliah. Mereka sudah lebih siap secara mental, tahu cara mengatur waktu, dan punya visi yang jelas tentang apa yang ingin dicapai.
Mitos: Gap Year Buang-Buang Waktu
Faktanya itu tergantung cara memanfaatkannya. Gap year bisa jadi momen emas untuk memperdalam minat dan bakat.
Ada yang menggunakan waktu ini untuk belajar bahasa asing, ada yang menulis, ada juga yang membangun usaha kecil-kecilan. Semua aktivitas itu jelas bukan buang-buang waktu, tapi investasi untuk masa depan.
Mitos: Gap Year Menurunkan Peluang Masuk PTN Favorit
Faktanya, dengan persiapan yang lebih panjang, justru peluang itu bisa meningkat. Anak-anak yang ambil gap year biasanya punya waktu belajar lebih banyak, bisa ikut try out tambahan, dan lebih prepare menghadapi ujian masuk.
Semua Kembali ke Diri Sendiri
Intinya, gap year itu bukan tentang kalah atau menang, tapi tentang caranya untuk memanfaatkan waktu itu. Kalau dipakai untuk hal-hal produktif, maka hasilnya juga akan terasa besar. Kalau pun ada risiko malas atau kehilangan arah, itu kembali lagi ke niat dan motivasi pribadi.
Baca juga: Bukan Buang Waktu! Ini 5 Alasan Harvard Dukung 'Gap Year', Bahkan Jadi Opsi yang Dianjurkan
Setiap jalan punya tantangan dan peluang masing-masing. Jadi, buat kamu yang lagi bimbang mau ambil gap year atau nggak, jangan terjebak mitos yang bikin ragu.
Nah kalau kamu punya kesempatan ambil gap year, kegiatan apa yang paling pengen kamu lakukan biar masa jeda itu jadi pengalaman berharga?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@masukkampus