Senin, 06 OKTOBER 2025 • 19:20 WIB

5 Alasan Mahasiswa Indonesia tertinggal 50 Tahun Dibanding di Negara Maju

Author

Ilustrasi pertukaran pelajar (freepik)

INDOZONE.ID - Pernah ikut lomba, jadi delegasi, atau student exchange ke luar negeri? Banyak mahasiswa yang setelah pulang justru kaget dengan perbedaan besar antara mahasiswa Indonesia dan mahasiswa luar negeri.

Bukan cuma soal fasilitas kampus, tapi juga cara berpikir dan sikap belajar. Nah, dari pengalaman itulah terlihat jelas beberapa alasan kenapa mahasiswa Indonesia bisa tertinggal jauh bahkan sampai 50 tahun dibanding mahasiswa di negara maju.

Baca juga: 6 Beasiswa Luar Negeri yang Nggak Cuma Kasih Kuliah Gratis, tapi Juga Pengalaman Spesial

5 Alasan Mahasiswa Indonesia Tertinggal 50 Tahun Dibanding Negara Maju

1. Terlalu Banyak Drama

Banyak mahasiswa di Indonesia lebih banyak menghabiskan waktu untuk hiburan: nongkrong saat weekend, ikut tren sesaat, atau terlalu sibuk dengan urusan organisasi.

Sementara mahasiswa luar negeri sudah memikirkan cara menciptakan teknologi baru yang bisa mengubah kehidupan.

Baca juga: Mau Ikut Short Course ke Luar Negeri? Cek 4 Summer Program Populer

2. Kurang Menghargai Dosen

Mahasiswa di negara maju sangat menghargai dosen dan profesor. Mereka sadar, belajar dari orang yang lebih ahli adalah kewajiban. Sebaliknya, tidak sedikit mahasiswa di Indonesia yang kurang respect, bahkan merasa lebih tahu.

3. Pendidikan sebagai Jalan Hidup

Bagi mahasiswa di luar negeri, pendidikan adalah satu-satunya jalan untuk mengubah masa depan. Nggak ada perdebatan "kuliah penting atau tidak". Fokus mereka cuma satu: belajar biar bisa maju.

Baca juga: Kenapa Sukses Rate Mahasiswa Harvard Lebih Tinggi? Ini 5 Jawabannya

4. Hanya Memakai, Bukan Membuat

Di Indonesia, mahasiswa masih sering berkutat dengan "cara menggunakan teknologi", bukan "cara menciptakan teknologi baru". Di negara maju, mereka sudah memikirkan cara membuat pesawat, kapal, bahkan artificial intelligence (AI).

5. Belajar Tanpa Henti

Bukan hal asing kalau perpustakaan selalu penuh, lampu kampus tetap menyala hingga dini hari, atau mahasiswa rela begadang belajar sampai burnout.

Baca juga: Cara Punya Teman Internasional, Tanpa Perlu Sekolah ke Luar Negeri

Bagi mereka, hidup adalah belajar. Belajar bukan beban, tapi kebutuhan. Hal inilah yang membuat mereka melompat lebih jauh, sementara mahasiswa Indonesia masih sibuk mencari hiburan.

Perbandingan ini menunjukkan perbedaan mindset yang jelas. Ubah pandanganmu tentang belajar. Jangan hanya jadi pengguna, tapi manfaatkan kesempatan kuliah untuk meniti masa depan.

Yuk, kejar ketertinggalan ini! Mulai jadi konseptor dan kreator, bukan sekadar konsumer.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram/@aristyor

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU