Jumat, 10 OKTOBER 2025 • 11:23 WIB

ITB Kembangkan Drone ZEKE-03, Solusi untuk Inspeksi Ruang Sempit

Author

Ketua Tim Peneliti Drone ZEKE-03, Dr. Ir. Yazdi I. Jenie (itb.ac.id)

INDOZONE.ID - Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali mengembangkan inovasi menakjubkan berupa drone ZEKE-03. Inovasi ini dibuat oleh tim peneliti Kelompok Keahlian Mekanika dan Operasi Terbang, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD).

Drone ZEKE-03 merupakan sebuah micro-drone beroda, yang dirancang buat melakukan inspeksi pada ruang-ruang sempit atau terbatas, seperti gorong-gorong, pipa, hingga tangki industri.

Inovasi ini kolaborasi dari ITB dan PT Terra Drone Indonesia lewat program kedai Reka Matching Fund 2024. Bukan cuma bisa terbang dan melayang, drone ZEKE-03 bisa merayap di permukaan horizontal, vertikal, bahkan terbalik. 

Baca juga: Dari PAUD hingga Kampus, Enuma Bukti Pendidikan Digital Nggak Cuma buat Anak Kecil

Ketua Tim Peneliti, Dr. Yazdi, mengatakan bahwa drone ini merupakan kebutuhan industri dengan sebuah teknologi, yang efisien dan aman bagi ruang sempit.

“Biasanya inspeksi di ruang terbatas hanya bisa dilakukan dengan drone khusus dari luar negeri yang harganya sangat mahal. Karena itu, kami berinisiatif mengembangkan alternatif buatan dalam negeri yang lebih efisien,” ujarnya.

Baca juga: Awal Mula Senioritas! 4 Fakta Menarik Soal Tradisi Perpeloncoan, Ternyata Bukan Cuma di Indonesia!

Solusi Akses Ruang Sempit

Sebenarnya, proyek ini berawal dari 2022, ketika Terra Drone Indonesia mengunjungi ITB untuk mencari solusi atas inspeksi ruang sempit. Yazdi mengungkapkan bahwa inovasi ini dibuat dari drone kecil dengan roda hingga punya casing tertutup.

“Kami mulai dengan membuat drone kecil yang dilengkapi roda pelindung, agar dapat menggelinding di dinding atau lantai tanpa menabrak. Tahun 2024, kami sudah memiliki versi dengan casing tertutup dan siap untuk dikomersialisasikan,” jelasnya.

Baca juga: Dari Dadiah, Mahasiswa UNAND Temukan Potensi Probiotik Jadi Inovasi Terapi Alzheimer

Drone ZEKE-03 dilengkapi dengan kamera gimbal 4K 8MP, yang berputar hingga 180 derajat. Selain itu, ada kamera termal buat deteksi panas, serta memiliki lampu LED untuk penerbangan area minim cahaya.

Sementara itu, ITB sepenuhnya mengembangkan struktur utama dibuat dengan 3D printing, sistem kendali, dan sistem pemrograman.

Dalam proses pembuatan, ada tantangan yang dihadapi yakni pada daya tahan baterai. Saat ini, durasi terbang masih antara 7-8 menit, nantinya akan dikembangkan mencapai 12 menit. 

Baca juga: Perjuangan yang Gak Kenal Kata Menyerah, Kisah Bunga Hidayat Gagal 7 Kali hingga Akhirnya Lolos Beasiswa S2 Bergengsi Dunia

Drone ini sudah dipamerkan di berbagai acara, seperti Indonesian Drone Expo 2024, Kedai Reka Exhibition, dan beberapa acara demo penerbangan di ITB. Drone ini juga sudah diuji coba buat inspeksi pipa diameter 30 cm dan gorong-gorong, untuk buktiin kemampuannya.

Drone ZEKE-03 (itb.ac.id)

Kolaborasi Riset Akademik dan Industri

Pengembangan ZEKE-03 merupakan contoh nyata kolaborasi antara riset akademik dan industri.

Terra Drone sebagai operator membantu kami mencari pengguna dan pasar potensial, lalu manufakturnya akan kami kembangkan dengan mitra seperti PT Iter Aero,” kata Dr. Yazdi.

Baca juga: Momen Lucu "Intimate Graduation": Ketika Skripsi Belum 'Finish' tapi Tetap Dirayakan

“Harapan kami, inovasi ini bisa memperkuat industri drone nasional dan membuka peluang komersialisasi yang lebih luas,” ujarnya.

Drone ZEKE-03 juga dipamerkan pada acara Innovibes Vol. 1: Teknologi Cerdas dan Konektivitas Digital di ITB Innovation Park Bandung Technopolis. Kegiatan ini jadi komitmen ITB untuk terus perkuat ekosistem inovasi teknologi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Itb.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU