Suasana PKKMB kampus (unila.ac.id)
INDOZONE.ID - Di usia berapa kamu tahu sejarah istilah perpeloncoan? Kegiatan ospek yang digelar oleh para senior atau kakak tingkat (kating) ini sering kali terasa terlalu “berbau senioritas”.
Ternyata tradisi ini sudah ada sejak lama dan punya sejarah yang panjang. Penasaran? Yuk simak asal-usul istilah perpeloncoan yang ternyata nggak cuma ada di Indonesia!
Baca juga: Bukti Agent of Change, Ini 3 Aksi Mahasiswa yang Mencetak Sejarah
Tradisi senioritas ternyata sudah ada sejak masa kolonial Belanda, khususnya di sekolah kedokteran School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA).
Mahasiswa baru kala itu dituntut untuk menuruti segala perintah senior: memanggil “tuan”, membeli makanan, membersihkan sepatu, dan sebagainya.
Hingga lama-kelamaan, makna disiplin ini malah berubah menjadi bentuk dominasi.
Masuk era pendudukan Jepang, tradisi ini makin kuat dengan adanya budaya puronko, istilah Jepang yang menggambarkan sistem senioritas ketat.
Budaya ini kemudian menyebar luas di Indonesia, mulai dari fakultas kedokteran hingga kampus-kampus lainnya.
Baca juga: 5 Rekomendasi AI yang Bisa Bantu Buat Tugas Ospek Mahasiswa, Lebih Mudah dan Efisien
Fenomena serupa juga terjadi di Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan. Bedanya, di luar negeri perpeloncoan umumnya tidak terjadi saat ospek kampus, melainkan di komunitas atau klub mahasiswa sebagai syarat masuk anggota baru.
Sebenarnya, pemerintah sudah berupaya menghapus praktik ini. Melalui Permendikbud No. 18 Tahun 2016, kegiatan ospek resmi diganti menjadi Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).
Baca juga: 6 Hal yang Wajib Dilakukan Mahasiswa Baru Selama Masa Ospek, Pantau Jadwal hingga Cari Relasi
Dalam aturan ini, kegiatan diperbolehkan hanya jika bersifat edukatif, tanpa kekerasan, serta berfokus pada perkenalan dan pembentukan karakter mahasiswa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@meddictive.id