Sabtu, 11 OKTOBER 2025 • 10:09 WIB

Penutupan Pameran “Jatmikaning Bumi” Karya Arie Jatmiko di FIB Undip: Kampus Jadi Panggung Seni yang Hidup

Author

Penutupan Pameran “Jatmikaning Bumi” Karya Arie Jatmiko di FIB Undip. (Foto: ZCreators @Aulia Faradiva)

INDOZONE.ID - Suasana kampus Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro (FIB Undip) terasa beda beberapa hari terakhir.

Bukan cuma ramai mahasiswa, tapi juga dipenuhi warna dan karya seni luar biasa dari pelukis nasional, Arie Jatmiko.

Yup, pameran lukisan tunggal terbesar di kampus bertajuk “Jatmikaning Bumi” resmi ditutup pada Jumat, 10 Oktober 2025, setelah sukses digelar sejak 6 Oktober di Art Center FIB Undip, Tembalang.

Pameran ini jadi bagian keren dari rangkaian Dies Natalis ke-60 FIB Undip dan berhasil nyita perhatian banyak orang.

Baca juga: Pameran Lukisan Retrospeksi Terbesar di Indonesia Masih Berlangsung di Art Center FIB Undip: Buka Sampai 10 Oktober 2025!

Seni dan Budaya Hidup di Tengah Kampus

Penutupan pameran berlangsung hangat dan penuh apresiasi. Wakil Dekan II FIB Undip, Dr. Dra. Siti Maziyah, M.Hum., hadir mewakili Dekan FIB Undip, Prof. Dr. Alamsyah, M.Hum., untuk menutup acara secara resmi.

Dalam sambutannya, beliau bilang kalau pameran ini bukan cuma memperindah kampus, tapi juga jadi simbol bahwa FIB Undip benar-benar hidup sebagai rumah seni dan budaya.

“Pameran ini jadi bukti kalau seni bisa berdampingan sama ilmu pengetahuan. Kampus bukan cuma tempat belajar teori, tapi juga tempat mengekspresikan rasa dan kreativitas,” katanya.

Pernyataan itu langsung dapet banyak anggukan setuju dari para pengunjung. Soalnya, selama lima hari berlangsung, Art Center FIB Undip selalu ramai didatangi mahasiswa, dosen, bahkan masyarakat umum yang penasaran sama karya-karya Arie Jatmiko.

Jatmikaning Bumi: Antara Goresan, Alam, dan Kehidupan

Pameran “Jatmikaning Bumi” sendiri benar-benar nyentuh hati banyak orang. Goresan Arie Jatmiko nggak cuma menampilkan keindahan visual, tapi juga membawa pesan mendalam soal hubungan manusia dengan alam.

Warna-warnanya kuat, karakternya ekspresif, dan setiap lukisan seakan ngajak kita merenung tentang bumi yang kita pijak.

Baca juga: FIB Undip Genap Berusia 60 Tahun, Dirayakan dengan Orasi Budaya dan Pameran Lukisan Terbesar se-Indonesia

Penutupan Pameran “Jatmikaning Bumi” Karya Arie Jatmiko di FIB Undip. (Foto: ZCreators @Aulia Faradiva)

Nah yang bikin makin keren, pameran ini bukan cuma jadi ajang seni biasa, tapi juga titik temu antara dunia akademik dan dunia kreatif.

Banyak mahasiswa yang bilang kalau mereka jadi lebih paham bagaimana seni bisa jadi medium refleksi sosial dan spiritual. Seni bukan cuma buat dilihat, tapi juga buat dirasakan.

FIB Undip dan Komitmen Melestarikan Budaya

Lewat pameran ini, FIB Undip makin nunjukin komitmennya buat terus menjaga dan melestarikan budaya bangsa.

Baik itu budaya benda (tangible) maupun takbenda (intangible), semuanya punya tempat di kampus ini.

Dekan FIB Undip, Prof. Alamsyah, menegaskan kalau kolaborasi antara seniman, akademisi, dan masyarakat adalah langkah penting buat memperkuat identitas budaya Indonesia.

Baca juga: Sukses Gelar Seminar Nasional, FIB Undip Angkat Isu Profesionalisme Penulisan Sejarah di Gedung Art Center

Penutupan Pameran “Jatmikaning Bumi” Karya Arie Jatmiko di FIB Undip. (Foto: ZCreators @Aulia Faradiva)

Penutupan pameran “Jatmikaning Bumi” bukan akhir dari perjalanan seni di FIB Undip. Justru, ini jadi awal semangat baru buat terus menghadirkan kegiatan seni dan budaya yang inspiratif.

Di usia ke-60 ini, FIB Undip nggak cuma pengen dikenal sebagai fakultas akademik, tapi juga sebagai pusat kebudayaan yang hidup dan berkembang.

Melalui seni, kampus ini ngajak semua orang buat kembali peka, kembali manusiawi, dan terus menghargai bumi serta budaya yang kita miliki.

Jadi, walau pameran “Jatmikaning Bumi” udah resmi ditutup, semangatnya masih terasa. Dari Art Center FIB Undip, seni terus hidup, budaya terus dirajut, dan inspirasi terus mengalir.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU