Selasa, 14 OKTOBER 2025 • 17:07 WIB

5 Tips ala Orang Jepang untuk Mahasiswa yang Sering Overthinking, Apa Saja?

Author

Ilustrasi mahasiswa stress (freepik)

INDOZONE.ID - Bagi mahasiswa, overthinking seperti makanan sehari-hari, mulai dari memikirkan tugas, presentasi, dan lainnya. Bahkan kamu justru gak ngapa-ngapain karena saking sibuk sama pikiran sendiri.

Nah, orang Jepang punya cara unik buat melatih pikiran biar lebih tenang dan fokus. Yuk, simak gimana tips dari Negeri Sakura yang bakal bantu kamu, si mahasiswa overthinking.

Ilustrasi mahasiswa. (Freepik)

5 Tips ala Orang Jepang untuk Mahasiswa yang Sering Overthinking

Baca juga: 5 Tips Efektif Melawan Rasa Ngantuk di Kelas Saat Kuliah Pagi

1. Ichigyo-zammai - Fokus Penuh pada Satu Aktivitas

Konsep ini mengajarkan buat hadir sepenuhnya di momen sekarang. Saat belajar, fokus aja ke buku dan tulisan di catatan, bukan ke notifikasi hp atau tugas minggu depan.

Dengan membiasakan diri fokus pada detail kecil, otak jadi lebih tenang karena gak multitasking terus. Nah, ini cocok banget buat mahasiswa yang sering ngerasa otaknya “ramai sendiri” meski cuma duduk di depan laptop.

2. Oosouji - Bersih-bersih Biar Pikiran Ringan

Orang Jepang percaya kalau merapikan meja sama dengan merapikan isi kepala.

Mulai dari hal kecil, seperti buang kertas tugas lama, rapikan catatan, atau bersihkan layar laptop dari tab yang gak penting. Aktivitas sederhana ini bisa bantu kamu ngerasa lebih ringan dan siap memulai hari.

3. Shinrin-yoku - Mandi Hutan, tapi Versi Mahasiswa

Kamu gak harus ke hutan beneran, cukup keluar ruangan, jalan kaki sebentar, dan hirup udara segar. Mahasiswa sering banget terjebak di ruang tertutup kayak kamar, kosan, kelas, kafe. Padahal, interaksi dengan alam bantu nurunin stres dan bikin otak lebih jernih.

Coba habiskan waktu sore di taman kampus, atau sekadar duduk di bawah pohon sambil denger musik.

4. Kaizen - Perbaikan Kecil Tiap Hari

Daripada mikirin semua masalah sekaligus, fokus ke satu hal yang bisa kamu perbaiki hari ini. Misalnya, hari ini cuma sempat baca satu bab materi, gak apa-apa.

Yang penting ada progres. Kaizen mengajarkan buat gak terobsesi sama hasil besar, tapi menikmati proses kecil yang konsisten.

5. Wabi-sabi - Menerima Ketidaksempurnaan

Hidup gak harus selalu rapi dan teratur. Tugas bisa aja molor, rencana bisa berubah, dan itu gak masalah. Wabi-sabi mengajarkan keindahan dalam kekacauan. Hal yang belum selesai, harus diterima, bukan dilawan.

Mahasiswa sering ingin semuanya berjalan sempurna. Padahal, ketenangan justru datang saat kamu berhenti memaksakan semuanya sesuai ekspektasi.

Baca juga: 7 Tips untuk Mahasiswa Biar Setiap Semester Bisa Dipakai Dengan Efektif dan Lulus Cumlaude!

Coba deh mulai terapkan satu dari lima prinsip ala orang Jepang ini. Siapa tahu, dengan sedikit ketenangan dan penerimaan, kamu gak cuma berhenti overthinking, tapi juga mulai hidup dengan lebih sadar dan bahagia. 

Nah, kamu mau coba yang mana nih?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram/@kodereels

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU