INDOZONE.ID – Meski perguruan tinggi dianggap sebagai jenjang pendidikan tertinggi, kasus bullying juga bisa terjadi di kampus. Bahkan, bullying di kalangan mahasiswa seringkali lebih kejam daripada di sekolah menengah.
Biasanya bullying dilakukan secara berkelompok, yang mana tindakannya bisa membuat korban merasa tidak nyaman, sakit hati, dan tertekan.
Jika kamu adalah orang yang berada di lingkup kampus dan menolak keras bullying, kamu bisa membantu dengan menerapkan langkah-langkah berikut:
Baca juga: Misteri di Balik Diamnya Korban Bullying
1. Meningkatkan Kesadaran
Penting untuk mengingatkan dan meningkatkan kesadaran bersama tentang masalah bullying di lingkungan kampus. Baik sebagai mahasiswa, dosen, maupun staf kampus.
Buatlah sebuah kampanye, seminar, dan diskusi terbuka yang dapat membantu meningkatkan tentang pemahaman serta dampak negatif bullying dan cara untuk mencegahnya.
2. Terapkan Kebijakan
Kampus harus mempunyai tonggak kebijakan yang jelas dan tegas terkait bullying. Kebijakan harus mencakup definisi bullying, konsekuensi bagi pelaku, dan mekanisme pelaporan yang aman dan rahasia. Kebijakan harus didukung oleh administrasi kampus dan diterapkan secara konsisten.
3. Membangun Budaya Inklusif
Penting untuk menciptakan budaya inklusif di kampus, di mana setiap individu merasa diterima, dihargai, dan dihormati oleh berbagai kalangan.
Dukungan dan penghargaan positif terhadap keberagaman, toleransi, dan empati dapat membantu mengurangi perilaku bullying.
Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental: Tips dan Kebiasaan Positif
4. Pelatihan dan Pendidikan
Mengadakan pelatihan dan pendidikan untuk mahasiswa dan staf kampus tentang bullying dan cara mengatasinya sebagai langkah yang penting.
Pelatihan ini dapat melibatkan pengenalan tanda-tanda bullying, keterampilan komunikasi yang efektif, dan strategi penyelesaian konflik.
5. Membentuk Tim Anti-Bullying
Kampus dapat membentuk tim anti-bullying yang terdiri dari staf, dosen, dan mahasiswa yang peduli. Tugasnya berupa memantau situasi di kampus, memberikan dukungan penuh terhadap korban, serta melibatkan diri dalam kegiatan pencegahan bullying.
6. Mendorong pelaporan dan intervensi
Korban maupun saksi bullying wajib dilindungi saat melaporkan insiden perundungan. Kampus harus menyediakan pelaporan yang aman dan mengambil langkah tegas terhadap pelaku.
Intervensi segera dan pengawasan ketat terhadap perilaku bullying penting untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.
7. Mendukung Korban
Selain memberikan dukungan kepada korban, penting untuk melibatkan pelaku bullying dalam program rehabilitasi dan pembinaan.
Mengidentifikasi akar permasalahan dan memberikan bimbingan serta pengawasan yang membantu mengubah perilaku negatif mereka.
8. Kolaborasi dengan Lembaga Terkait
Kampus dapat bekerja sama dengan lembaga terkait, seperti psikolog atau konselor. Tujuannya untuk memberi dukungan dan layanan konseling kepada korban bullying. Kolaborasi ini juga membantu dalam pengembangan program pencegahan bullying yang efektif.
Dalam menghadapi masalah bullying di kampus, kita perlu gotong-royong menciptakan perubahan yang positif.
Penting bagi kampus untuk menyediakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan mendukung bagi semua mahasiswa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Cakrawala.ac.id