Senin, 20 OKTOBER 2025 • 15:44 WIB

Keren! Mahasiswa Binus Bikin Ide Usaha Minuman Matcha dengan Rasa Khas Kagoshima

Author

Ilustrasi minuman matcha. (Freepik)

INDOZONE.ID - Aroma earthy dan umami pekat dari teh hijau memenuhi udara di area Flavor Bliss, Alam Sutera. Di tengah keramaian The Teasperience 2025, sebuah booth berwarna hijau segar mencuri perhatian banyak pengunjung. 

Nah, booth tersebut adalah milik MACH, brand minuman matcha buatan dua mahasiswa S1 BINUS Business School di Kampus Alam Sutera, yaitu Shane Axel (Business Creation) dan Dillen Christopher (Management).

MACH bukan sekadar brand minuman kekinian, di baliknya, ada semangat wirausaha, keberanian mencoba hal baru, dan rasa cinta terhadap kualitas. Bagaimanakah perjalanan mereka mendirikan merek tersebut? Yuk, simak di sini!

Baca juga: FIB Undip Sukses Gelar Ketoprak “Ande-Ande Lumut”, Bukti Nyata Cinta Budaya di Usia ke-60

Dari Kelas ke Booth Pameran

MACH gak sekadar brand minuman kekinian, di baliknya, ada semangat wirausaha, keberanian mencoba hal baru, dan rasa cinta terhadap kualitas. (Dok. Istimewa)

Axel dan Dillen memulai MACH dari ide sederhana: bagaimana membawa matcha berkualitas Jepang ke pasar lokal dengan sentuhan modern. Sebagai mahasiswa dari jurusan yang memang berfokus pada bisnis dan manajemen, keduanya mempraktikkan ilmu yang mereka pelajari langsung ke lapangan.

“Belajar teori di kelas itu penting, tapi turun langsung di lapangan bikin kita tahu realitanya. Gimana sih rasanya ngatur operasional, bikin menu, sampai menghadapi customer langsung,” kata Dillen.

Dengan modal keberanian dan keinginan untuk belajar, mereka membawa ide tersebut kepada para dosen untuk mendapatkan masukan mereka, lalu mulai memperkenalkannya pada ajang event kuliner.

“Produk kita fokusnya di matcha. Tapi nggak cuma latte biasa, kita bikin kreasi lain juga biar orang nggak bosan,” timpal Axel saat ditemui di pameran.

Baca juga: 7 Tips Mengatur Keuangan Ala Anak Kos Biar Gak Bokek Pas Akhir Bulan

Keunikan MACH: Visual dan Kualitas

Kalau biasanya minuman matcha identik dengan teh polos, MACH menawarkan varian yang lebih berani. Menu mereka mencakup ceremonial matcha dengan kualitas premium untuk pecinta rasa asli.

Selain itu, MACH juga menyediakan matcha latte klasik yang bisa dipadukan dengan opsi susu sapi atau oat milk sesuai permintaan pembeli.

Untuk variasi yang lebih unik, mereka juga terkenal dengan sejumlah minuman signature berdasarkan tren kekinian: Matcha Odie yang menghadirkan cita rasa kesegaran cold twist matcha, Seafoam Matcha yang merupakan latte dengan topping sea salt foam untuk cita rasa gurih asin, dan matcha strawberry yang menghadirkan kesegaran rasa buah dari selai stroberi. 

Dillen menambahkan, daya tarik MACH bukan cuma soal rasa. Mereka sengaja membuat visual booth dan presentasi produk mereka terlihat menarik, sehingga cocok untuk diabadikan dan dibagikan di media sosial. Namun, kualitas tetap menjadi prioritas nomor satu. 

“Kita bukan pakai bubuk lokal, tapi langsung impor dari Jepang. Tepatnya dari Kagoshima,” jelas Axel. Hal ini menjadi pembeda utama MACH dibanding minuman matcha lain di pasaran.

Tak berhenti sampai di minuman saja, MACH berencana menghadirkan kreasi dessert berbasis matcha ke depannya. Mereka juga ingin memperkuat brand image sebagai penyedia minuman matcha berkualitas premium dengan harga terjangkau.

Langkah Awal yang Menjanjikan

Meski masih terbilang baru, MACH sudah menorehkan pencapaian membanggakan. Salah satunya adalah kesempatan membuka toko fisik di Orange Groves lebih cepat dari rencana awal.

“Awalnya kita mau buka di akhir tahun atau tahun depan. Tapi kebetulan ada tawaran, jadi kita bisa lebih cepat buka,” ujar Axel.

Keaktifan mereka mengikuti berbagai bazar dan private event membuat MACH kerap mendapat undangan ke acara bergengsi, termasuk The Teasperience 2025 ini.

Bahkan, mereka pernah berkolaborasi dengan brand ternama seperti Padelwings yang memiliki cabang di BSD untuk menghadirkan hadiah bagi semua peserta lomba padel di tempat tersebut. 

Tak sampai di sana saja, MACH juga turut hadir di Sunday Space Market untuk menyelenggarakan workshop cara menyeduh matcha bersama influencer lokal Alea Malika pada akhir bulan Agustus 2025 lalu. Bagi Axel dan Dillen, membangun MACH bukan hanya soal berjualan minuman matcha. 

Justru, ini juga merupakan kesempatan untuk mengasah mental entrepreneur. Sebab, dari setiap event, mereka belajar mengatur operasional, mengelola tim, dan menghadapi langsung feedback pelanggan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU