Kamis, 30 OKTOBER 2025 • 18:15 WIB

Menguak 5 Fakta Sistem Pendidikan di Korea Selatan

Author

Ilustrasi mahsiswa Korea sedang belajar (Freepik)

INDOZONE.ID – Mahasiswa Korea Selatan dikenal cerdas karena sistem Pendidikan yang diterapkannya.

Hal ini tentu sudah menjadi rahasia umum, mengingat sistem Pendidikan mereka cukup ketat.

Berikut adalah 5 fakta mengenai smengenai sistem pendidikan di Korea Selatan:

Baca juga: 4 Fakultas Kedokteran di Indonesia yang Cocok Jadi Latar Drama Korea, Mana Aja Nih?

1. Tahun Pelajaran dan Jadwal

Tahun ajaran baru di Korea dimulai pada bulan Maret. Semester pertama berlangsung dari bulan Maret sampai pertengahan Juli, sementara semester kedua dimulai akhir bulan Agustus saampai pertengahan Februari.

Ada tiga periode libur, yaitu liburan musim panas (berlaku sejak pertengahan juli sampai akhir Agustus), liburan musim dingin (berlaku akhir Desember hingga awal Februari, libur pendek (dari pertengahan Februari hingga awal Maret. 

Baca juga: Dari Duta UNJ Hingga Pekerja BRI: Jejak Sukses Syifa Dalam 4 Tahun Kuliah

2. Kurikulum yang Digunakan

Kurikulum resmi yang digunakan disusun oleh organisasi yang dikenal sebagai Korea Institute of Curriculum and Evaluation (KICE).

Organisasi ini bertugas merancang kurikulum, mengembangkan metode evaluasi, dan melaksanakan penelitian.

KICE menekankan pembekalan kompetensi peserta didik dengan kesiapan pengetahuan dan keterampilan.

Baca juga: SOP dan Evaluasi 360 Derajat: Cara Baru Mahasiswa UNDIP Benahi BUMDes Dadi Mukti Gentan

3. Wajib Belajar

Pemerintah Korea Selatan menerapkan program wajib belajar Sembilan tahun, dari jenjang SD-SMP. Khusus sekolah negeri, program diberikan secara gratis.

Usai tamat SMP, peserta didik bebas memilih untuk melanjutkan, antara sekolah umum atau kejuruan. Namun, biaya Pendidikan setelah lulus SMP menjadi tanggung jawab pribadi.

Baca juga: Bangga! Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Resmi Dibuka di Universitas Al-Azhar Kairo

4. Seleksi Masuk Perguruan Tinggi

Korea Selatan hanya menyediakan satu jalur untuk masuk ke perguruan tinggi negeri, yaitu dengan College Scholastic Ability Test (CSAT).

Test ini berfungsi sebagai penentuan mengenai perguruan tinggi mana yang akan dimasuki peserta didik.

Ujian CSAT biasanya diadakan pada bulan November dan mempunyai waktu pengerjaan yang panjang, yaitu delapan jam nonstop. 

Baca juga: Mau Lulus Tepat Waktu? Hindari 4 Kesalahan Fatal Saat Nyusun Proposal Skripsi

5.Durasi Belajar yang Intens

Korea Selatan sangat menekankan pentingnya Pendidikan. Oleh karena itu, peserta didik menjalani jam belajar yang sangat lama.

Belajar sering dimulai dari pukul tujuh pagi hingga malam hari. Mereka juga wajib mengikuti kursus tambahan di luar materi sekolah

Durasi belajar yang lama disebabkan oleh ketatnya seleksi masuk perguruan tinggi (CSAT), menuntut para peserta didik untuk mempunyai persiapan yang matang.

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Remfm.unnes.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU