Jumat, 31 OKTOBER 2025 • 19:40 WIB

Terobosan Baru ITS, Paving Berpori dari Fly Ash Sebagai Penangkal Banjir yang Ramah Lingkungan

Author

Salah satu mahasiswa ITS saat melakukan pengujian infiltrasi pada inovasi paving porous dari fly ash (its.ac.id)

INDOZONE.ID - Departemen Teknik Infrastruktur Sipil (DTIS) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menciptakan inovasi paving berpori (paving porous) menggunakan fly ash.

Proyek ini memiliki tujuan ganda, yaitu sebagai penangkal mitigasi banjir dan langkah strategis memberdayakan ekonomi melalui kemitraan dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). 

Baca juga: Dari Kampus ke Ekonomi Rakyat: Mahasiswa Bangka Belitung Menjadi Agen Perubahan Lewat Gempur UMKM

Menurut Dr Eng Yuyun Tajunnisa ST MT, Ketua Tim Penelitian DTIS ITS, banjir sering terjadi karena adanya fungsi lahan, mengakibatkan turunnya kemampuan tanah untuk menyerap air

“Perkerasan dengan permeabilitas rendah yang banyak digunakan di perkotaan tidak mampu mengalirkan air secara efektif, sehingga air hujan tertahan di permukaan,” beber Yuyun.

Selain itu, paving block konvensional menjadi salah satu jenis perkerasan yang mempunyai daya serap rendah dan rentan menimbulkan genangan.

Untuk mengatasi banjir, DTIS menciptakan paving berpori yang berguna menyerap air secara alami dan ramah lingkungan.

Baca juga: Mahasiswa FEB UNY Ajak Siswa SMP Negeri 2 Manisreenggo Jadi Agen Perubahan Lingkungan

Bahan yang diguanakan dalam material paving ini adalah limbah hasil pembakaran batu bara dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Penggunaan limbah (fly ash) ini sebagai pengganti material semen, karena lebih hemat biaya dan berkontribusi pada penurunan emisi karbon.

Riset telah dilakukan melalui serangkaian pengujian di laboratorium yang mematuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Hasil pengujian menunjukkan kombinasi fly ash dan CaCO₃ menghasilkan produk paving dengan karakteristik mekanis yang kuat serta tingkat permeabilitas yang tinggi.

Baca juga: 3 Tips Susun Rencana Kontribusi LPDP yang Matang dengan Cara Simpel Ini

Tim peneliti juga meninjau riset ke arah hilirisasi dan komersialisasi produk. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memberikan dana sebagai dukungan tersebut.

Dalam upaya ini, para peneliti berkolaborasi dengan Departemen Manajemen Bisnis ITS, melakukan kajian mengenai potensi pasar dan prospek pengembangan di sektor konstruksi berkelanjutan.

Kolaborasi disambut baik oleh mitra lapangan, yaitu BUMDes Sumberejo yang berlokasi di Kecamatan Paiton, Probolinggo.

Slamet Hariyadi, Ketua BUMDes Sumberejo, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada ITS atas keterlibatan mereka sejak tahun 2023. 

Baca juga: IPDN Jadi Tuan Rumah Konferensi Internasional, Dihadiri Ratusan Akademisi dan Peneliti

Bagi Hariyadi, paving berpori berbasis fly ash merupakan kesempatan besar bagi desa untuk menciptakan usaha memiliki nilai ekonomi serta membawa dampak positif bagi lingkungan

Hariyadi berharap kolaborasi ini dapat berlanjut dan memberikan pengaruh yang luas di masa mendatang.

“Dampaknya sudah terasa, karena usaha produksi paving di desa kami turut membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan penghasilan warga,” ungkapnya.

Penelitian ini sukses berkat kontribusi besar dari sejumlah peneliti, termasuk Dr Eng Yuyun Tajunnisa ST MT selaku Ketua Tim.

Selain para dosen dan peneliti, mahasiswa dari DTIS dan Departemen Manajemen Bisnis ITS turut berkontribusi aktif dalam analisis dan proses penelitian.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Its.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU