Rabu, 05 NOVEMBER 2025 • 14:20 WIB

Universitas Airlangga Kampanyekan Festival Mangrove untuk Oksigen Berkelanjutan

Author

Momen Festival Mangrove ke-VIII yang diselenggarakan di Pantai Martajasah, Bangkalan, Jawa Timur. (unair.ac.id)

INDOZONE.ID - Di tengah perubahan iklim yang kian memburuk, ratusan mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) dan relawan berkumpul di Pantai Martajasah, Bangkalan, Jawa Timur, dalam kegiatan pelestarian, lingkungan melalui peran aktifnya pada Festival Mangrove ke-VIII, Senin 3 November 2025 lalu.

Kegiatan itu jadi bukti nyata komitmen kampus UNAIR dalam melestarikan alam dan turut menghadirkan oksigen berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Mangrove Lebih dari Sekadar Pohon Pesisir

Dalam sambutannya, Rektor UNAIR Prof Muhammad Madyan menyampaikan bahwa menanam mangrove adalah bentuk sedekah oksigen untuk generasi mendatang.

Dengan adanya penanaman pohon ini, kita senantiasa juga menyumbang oksigen untuk kebutuhan manusia yang berkelanjutan,” ujar Prof Muhammad Madyan seperti yang dilansir dari laman resmi UNAIR pada Rabu (5/11/2025)

Selain itu, kegiatan ini dilaksanakan melalui festival lingkungan yang mengajak seluruh civitas akademika, alumni, dan masyarakat pesisir untuk bersinergi menjaga ekosistem.

Kolaborasi Penta-helix: Kampus, Alumni, Pemerintah, dan Masyarakat

Festival Mangrove menjadi arena kolaborasi nyata antara kampus, Pemerintah Provinsi, alumni, dan komunitas lokal.

Alumni dan mahasiswa turut serta dalam penanaman bibit mangrove, pelepasliaran burung air dan kepiting, serta layanan kesehatan gratis bagi masyarakat sekitar pesisir. 

Prof Muhammad Madyan juga menegaskan kalau aksi ini bukan sekadar seremonial, tapi bagian dari tanggung jawab sosial lingkungan yang melekat pada institusi perguruan tinggi.

Langkah Konkrit Menuju SDGs dan Ekosistem Berkelanjutan

Kegiatan ini diselaraskan dengan agenda global pembangunan berkelanjutan (SDGs), terutama terkait ekosistem laut, kehidupan di darat, dan kemitraan.

Melalui gerakan nyata di lapangan, kampus memperluas perannya dari pemberi pendidikan menjadi agen perubahan lingkungan. 

Di lokasi kegiatan, bibit mangrove ditanam di bibir pantai sebagai sabuk hijau yang akan menjaga pesisir dari dampak perubahan iklim serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Dampak Nyata yang Menjadi Harapan

Setiap tancapan bibit mangrove di pasir pesisir gak hanya membawa harapan bagi kehidupan biota laut tapi juga menjamin keberlanjutan oksigen untuk lingkungan sekitar. 

Alumni yang sebelumnya bekerja di bidang lain, kini kembali ke kampus untuk memberi kontribusi sebagai bentuk pengabdian.

Baca juga: Mahasiswa FK UNAIR Tembus Forum Neurologi Dunia, Bukti Anak Muda Bisa Bersaing di Level Global!

Selain itu sebagai bentuk dukungan, UNAIR juga mendapatkan apresiasi lewat penghargaan dari gubernur Jawa Timur dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang perlindungan dan pengelolaan ekosistem mangrove. 

Nah, kalau kamu diminta jadi relawan untuk melestarikan lingkkungan pesisir, apa kamu bakal ikut atau lebih milih rebahan di rumah?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Unair.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU