Sabtu, 08 NOVEMBER 2025 • 11:00 WIB

Polri Revitalisasi AI di STIK: Perkuat Kepercayaan Publik ke Kepolisian

Author

Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) (stik-ptik.ac.id)

INDOZONE.ID - Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri kini tengah mengembangkan strategi dalam mendukung transformasi kelembagaan kepolisian menuju era digital. 

Revitalisasi artificial intelligence (AI) menjadi salah satu bagian yang diperkuat.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Dosen Utama STIK Lemdiklat Polri, Kombes Pol Dr. Slamet Riyadi.

Baca juga: UBM Bawa Generative AI ke Sekolah, Bekali Siswa SMA Sekolah Bunda Mulia dengan Teknologi Masa Depan

Slamet mengatakan salah satu langkah konkret yang kini tengah dijalankan adalah revitalisasi fungsi AI sebagai bagian upaya perkuat tindakan preemtif dan preventif fungsi Kamtibmas.

"Dalam menghadapi dinamika kejahatan modern dan kompleksitas sosial yang semakin tinggi, Polri dituntut untuk tidak hanya reaktif dalam penegakan hukum, tetapi juga mampu melakukan pendekatan prediktif dan humanis," kata Kombes Slamet Riyadi dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Sabtu (8/11/2025).

Dikatakannya, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan ini menjadi langkah strategis mempercepat proses deteksi dini, analisis pola gangguan Kamtibmas serta pengambilan keputusan berbasis data dan fakta ilmiah.

"Kebijakan revitalisasi fungsi AI di STIK bertujuan menciptakan ekosistem akademik dan operasional yang terintegrasi antara pendidikan, penelitian dan kebijakan kepolisian. Dengan demikian, STIK berperan sebagai laboratorium intelektual Polri yang mengembangkan inovasi kebijakan berbasis riset dan teknologi," ungkapnya.

Baca juga: Tim MTAF Impact ITB Juara 1 Hackathon BI-OJK 2025 dengan Solusi AI untuk Ekspor UMKM

Dalam rancangan kebijakan ini tentunya tidak asal-asalan. Pasalnya, rancangan kebijakan ini dilakukan melalui analisis strengths, weaknesses, opportunities, threats untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi keberhasilan transformasi digital Polri.

"Langkah ini tidak hanya meningkatkan efektivitas fungsi preemtif dan preventif Polri, tetapi juga menjadi model bagi pengembangan smart policing yang sejalan dengan arah pembangunan nasional menuju smart governance," kata Slamet.

"Penerapan AI dalam fungsi Kamtibmas juga diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri dengan menampilkan wajah kepolisian yang profesional, transparan dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan," sambungnya.

Lebih jauh, dia menambahkan jika transformasi digital melalui revitalisasi fungsi AI di STIK merupakan bagian penting dari perjalanan Polri menuju institusi yang presisi.

"Dengan dukungan seluruh unsur pendidikan, penelitian dan kerja sama lintas lembaga, Polri berkomitmen untuk terus berinovasi dalam menciptakan Kamtibmas yang kondusif, modern, dan humanis," pungkas perwira melati tiga tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU