INDOZONE.ID - Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB), Domy Pradana Putra, menciptakan sebuah inovasi penghisap bedah bernama Domy Brush Suction.
Dosen Departemen Orthopaedi dan Traumatologi ini berhasil dapat penghargaan 2nd Winner of “Most Innovative Project - Private Sector” di ajang Global Innovation Management Institute (GIMI) Innovation Awards 2025, yang diadakan di Rio de Janeiro, Brasil.
Baca juga: Anggaran Aman, Kuliah Tenang: Ini 5 Tips yang Harus Dilakukan Mahasiswa saat Memilih Kos
Acara ini dihadiri oleh lebih dari 30 negara terdiri dari para inovator, eksekutif, dan pembuat kebijakan.
“Mendengar nama Indonesia dan Universitas Brawijaya disebut di atas panggung Rio de Janeiro adalah momen yang tidak terlupakan,” ujar Domy.
Ia mengungkapkan bahwa penghargaan ini jadi bukti sebuah inovasi berdampak tidak selamanya rumit, tapi juga bisa berawal dari empati, pengamatan, dan tekad kuat buat menyelesaikan masalah di ruang operasi.
Baca juga: UGM Perkuat Standar Internasional Enam Prodi Lewat Visitasi Akreditasi ASIIN
Keunggulan Domy Brush Suction
Di ajang GIMI Awards, Domy Brush Suction dianggap unggul karena punya desain yang sederhana, nilai klinis, dan dampak nyata buat efisiensi pelayanan hingga mengurangi waktu operasi.
Selain itu, inovasi ini bisa meningkatkan keamanan dan mempercepat alur kerja dalam ruang bedah.
“Keberhasilan ini bukan milik saya semata, tetapi milik para pembimbing, rekan, dan mahasiswa yang percaya bahwa inovasi adalah bagian dari penyembuhan,” tambah Domy.
Baca juga: Kunjungi Mahasiswa Penerima KIPK, Wamendiktisaintek Tegaskan Akses Pendidikan Merata
Menurutnya, capaian ini tidak terlepas dari dukungan UB dan RSUD Dr. Saiful Anwar Malang, yang terus mendorong inovasi ini.
Melalui Departemen Orthopaedi dan Traumatologi FK UB jadi pelopor dalam riset translasional. Selain itu juga terus mendorong inovasi untuk jadi jembatan antara praktik klinik dan teknologi biomedis, untuk peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Indonesia.
Baca juga: Gak Unggul Secara Akademik? Ini 5 Skill yang Justru Dicari Dunia Kerja Saat Ini
Perjalanan Domy Brush Suction
Dalam proses pembuatan Domy Brush Suction, Domy mengaku temuannya berawal dari ruang operasi RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Ia kerap menghadapi sumbatan di selang penghisap (suction) ketika tindakan debridement luka.
Akibatnya, kondisi ini membuat keterlambatan sehingga waktu operasi harus bertambah 5 - 1- menit. Inilah yang mendorong dirinya merancang inovasi sistem penghisap lebih efisien.
Hasilnya yaitu ujung penghisap multi-lumen fleksibel dengan 6 selang kecil dan 2 lubang tiap selangnya. Alat ini secara signifikan bisa mengurangi risiko sumbatan. Alat ini punya ujung yang lembut sehingga tidak menimbulkan trauma jaringan.
Selain itu, adanya thumb valve control ini bisa membuat dokter mengatur tekanan hisap secara lebih presisi.
Baca juga: Kisah Ellana Givena Kerrysa, Peraih IPK Tertinggi Wisuda ITB 2025 yang Tetap Aktif Berorganisasi
Sudah Punya Nomor Izin Edar dan Produksi Massal
Alat ini juga telah memiliki Nomor Izin Edar KEMENKES RI (AKD 20903322582) dan diproduksi oleh PT Jayamas Medica Industri (Onemed).
Sebenarnya, produk ini sudah diluncurkan secara nasional di acara Medical Device Ecosystem Day (MADE DAY) di Januari 2024.
Baca juga: Punya Hobi Main Game? Ini 5 Rekomendasi Jurusan Kuliah yang Bisa Kamu Pertimbangkan
Tak hanya itu, alat ini juga sudah terdaftar di e-Katalog LKPP untuk mendukung pengadaan rumah sakit di seluruh Indonesia.
GIMI yang berbasis di Amerika Serikat ini memberikan penghargaan ke individu dan organisasi, yang mampu menunjukan keunggulan serta implementasi inovasi berdampak nyata bagi tujuan pembangunan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ub.ac.id