Selasa, 18 NOVEMBER 2025 • 09:29 WIB

ITS dan UTM Perkuat Kerja Sama untuk Kembangkan Program Dual Degree S2 serta S3

Author

Rektor ITS (kanan) dan Vice-Chancellor UTM (kiri) (its.ac.id)

INDOZONE.ID - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus perkuat posisi di kancah internasional, dengan memperluas kemitraan strategis ASEAN bidang pendidikan pascasarjana dan riset dengan Universiti Teknologi Malaysia (UTM).

ITS dan UTM fokus dalam pengembangan program dual degree (gelar ganda) dan joint supervision (pembimbing bersama) pada jenjang Magister (S2) dan Doktoral (S3).

Wakil Rektor III Bidang Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Teknologi Sistem Informasi ITS, Imam Baihaqi, menyebut bahwa langkah ini makin meneguhkan kemitraan yang sudah terjalin lama antara ITS dan UTM.

Baca juga: Bak Ratu, Mahasiswi Teknik Mesin Ini Diarak dengan Singgasana saat Perayaan Wisuda

“Kunjungan delegasi ITS ke UTM ini semakin meneguhkan partnership antara ITS dan UTM yang telah lama terjalin,” ujarnya.

Imam mengungkapkan, kolaborasi ini juga mencakup perluasan joint supervision S2 dan S3, jadi tidak hanya sebatas pengembangan dual degree. Hal ini sejalan dengan tujuan kerja sama untuk memperkuat keunggulan akademik dan riset regional.

“Joint supervision untuk S2 dan S3 ini untuk meningkatkan kualitas riset yang memberikan dampak pada industri maupun kebijakan nasional,” jelasnya.

Baca juga: UIN Jakarta Masuk Kampus Top Indonesia 2026 versi QS WUR, Jadi PTKIN Terbaik

Program dual degree ini dibuat sebagai program integrasi tunggal yang didesain oleh ITS dan UTM.

Salah satu model yang diusulkan yaitu skema 2+2, untuk program pascasarjana yang berbasis coursework. Para mahasiswa bisa menempuh kuliah selama 2 tahun di UTM dan sisanya di ITS.

Setelah selesai masing-masing persyaratan dari kedua kampus, mahasiswa bakal mendapatkan gelar dari ITS dan UTM secara bersamaan.

Sedangkan untuk program doktoral (PhD), dibuat dengan model joint supervision (pembimbing bersama) dan remote supervision (pembimbing jarak jauh). Langkah awal program ini yaitu pada proyek percontohan (pilot) buat program PhD. Program ini direncanakan bakal mulai angkatan 2026.

Baca juga: 5 Kampus Jurusan Psikologi Terbaik Dunia, Didominasi Universitas di Amerika Serikat

Kolaborasi ini bakal fokus pada bidang-bidang prioritas, sesuai dengan kebutuhan energi dan tantangan regional. Bidang-bidang tersebut, seperti Teknik (Engineering), Digitalisasi dan Kecerdasan Buatan (AI), Kota Cerdas dan Infrastruktur, dan Pendidikan Teknik dan Vokasi Pascasarjana (TVET).

Rencana tindak lanjut dari kolaborasi ini mencakup pengembangan hibah penelitian, publikasi jurnal internasional bereputasi, dan pertukaran peneliti pascadoktoral (postdoc). Inisiatif ini jadi langkah konkret ITS buat dukung Sustainable Development Goals (SDGs).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Its.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU