Rabu, 26 NOVEMBER 2025 • 18:30 WIB

SanPay UPER: Kartu Pembayaran Hijau Berteknologi AI yang Hitung Jejak Karbon Transportasi Secara Otomatis!

Author

SanPay, karya mahasiswa UPER (universitaspertamina.ac.id)

INDOZONE.ID - Sandi Pamungkas, seorang mahasiswa Program Studi Ekonomi UPER, berhasil menciptakan SanPay, sebuah platform pembayaran hijau.

Kartu pembayaran tersebut memiliki kemampuan untuk menghitung jejak karbon setiap transaksi secara instan dan otomatis. 

Baca juga: Mahasiswa ITS Terapkan Hidroponik Vertikal Otomatis untuk Atasi Masalah Ekonomi dan Lingkungan Warga Surabaya

Inovasi ini dianggap relevan, mengingat temuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (2023) yang menunjukkan bahwa rata-rata individu di kota besar menghasilkan 7 hingga 10 ton CO₂ per tahun.

SanPay dirancang untuk mendorong masyarakat kota agar berkontribusi nyata pada keberlanjutan lingkungan melalui setiap transaksi yang mereka lakukan.

Platform tersebut dikembangkan melalui kolaborasi dengan Singapore Management University dan mengintegrasikan teknologi carbon-tracking.

Inti dari sistem ini adalah AI Carbon Calculation Engine. Mesin berbasis kecerdasan buatan (AI) mampu menaksir jejak emisi dari setiap transaksi secara real time. 

Baca juga: FT UMJ Jadi Bagian Solusi Lingkungan Perkotaan Lewat Uji Emisi, Bantu Kendalikan Polusi Udara Jakarta

Sistem beroperasi dengan memadukan kategori pengeluaran dan faktor emisi produk, membuat pengguna dapat melihat jelas pengaruh lingkungan dari kebiasaan konsumsi yang mereka lakukan.

Ketika pengguna melaksanakan kegiatan sehari-hari, seperti menggunakan transportasi atau berbelanja, mesin dengan Kecerdasan Buatan (AI) akan melakukan penghitungan jejak karbon berdasarkan jenis dan jumlah nominal belanja.

Hasil dari penghitungan jejak karbon selanjutnya diubah menjadi poin keberlanjutan yang dinamai "Green Carbon".

SanPay kini sedang memasuki tahap uji coba dan telah digunakan untuk pembayaran transportasi umum di Jakarta, termasuk MRT. 

Baca juga: Canggih! NTU Jadi Institut Pendidikan Tinggi Pertama di Singapura yang Pakai Aplikasi AI untuk Pertolongan Pertama Psikologis

Dalam sistem ini, saat melakukan perjalanan, pengguna akan mendapatkan 15 poin keberlanjutan.

Poin-poin yang terkumpul dapat ditukar menjadi saldo sebesar Rp1.000 jika pengguna telah mencapai minimal 100 poin.

“Penukaran poin ini adalah bentuk apresiasi bagi pengguna yang menerapkan mobilitas rendah emisi. Setiap transaksi otomatis dihitung jejak karbonnya dan dikonversi menjadi kredit karbon yang berpotensi dijual di pasar karbon sukarela, sehingga pengguna tidak hanya mengurangi emisi tetapi juga berkontribusi pada ekonomi hijau,” tutur Sandi.

SanPay tengah menjalin kemitraan dengan Ericsson, perusahaan telekomunikasi yang beroperasi secara global, untuk melanjutkan fase pengembangan teknologi mereka. 

Baca juga: LSPR Kukuhkan Jadi Kampus Global dalam Perayaan Wisuda 2025

Inisiatif ini berfokus pada peningkatan kinerja sistem, penyempurnaan model data, dan memperluas fitur-fitur yang ada agar dapat mengakomodasi berbagai keperluan transaksi sehari-hari pengguna.

Rektor UPER, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU., turut mengapresiasi dan menegaskan bahwa SanPay sejalan dengan komitmen kampus dalam pengembangan teknologi berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Universitaspertamina.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU