Kamis, 27 NOVEMBER 2025 • 11:50 WIB

Mahasiswa ITB Sabet Juara 1 di Ajang International Paper and Poster Competition Oil Week

Author

Tim Jawa-ra-santuy ITB (its.ac.id)

INDOZONE.ID - Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) lintas program studi, berhasil jadi Juara 1 International Paper and Poster Competition Oil Week. 

Perlombaan ini diadakan oleh Society of Petroleum Engineers Universitas Indonesia dan British Petroleum (BP), dengan mengangkat tema “Paving Pathways toward Net-Zero: Advancing Sustainable Practices in the Oil and Gas Industries”.

Mereka tergabung ke dalam Tim Jawa-ra-santuy, terdiri dari Hanif Yusran Makarim (Rekayasa Pertanian), Muhammad Daffa Anrizky (Teknik Bioenergi dan Kemurgi), dan Bondan Attoriq (Teknik Metalurgi).

Baca juga: Agen Perubahan, Bukan Warga Pasif: 7 Alasan Mahasiswa Wajib Melek Politik!

Tim ini mengusung karya berjudul “Smart Integration of Geothermal Brine and Carbon Emission in Microalgae-based Biogas Steam Reforming for Machine Learning-optimized Green Hydrogen Production”.

Karya ini fokus pada pengembangan sistem produksi hidrogen yang berasal dari emisi karbon dari kilang Plaju (Sumatera), melalui mikroalga yang jadi bagian dari Carbon Capture and Utilization.

Selama persiapan pun tidak selamanya berjalan mulus, salah satu kendala utamanya yaitu waktu. Mereka berasal dari 3 program studi berbeda, sehingga menyebabkan perbedaan jadwal akademik.

Ini pun menghambat dalam pembuatan paper, poster, dan pitch deck-nya. Namun, kendala ini bisa diselesaikan dengan komunikasi yang baik antar anggota.

“Bahkan di hari-H pengumpulan, aku dan Daffa ada uts hingga jam 5, untungnya masih kekejar. Cara menanggulanginya sebenernya sederhana, cukup dengan komunikasi terkait jadwal atau kendala, serta saling toleransi aja sih,” ungkap Hanif.

Tim Jawa-ra-santuy berharap bahwa karyanya ini bisa berdampak nyata buat kemajuan transisi energi dan ekonomi Indonesia. 

Penulisan karya ini berawal dari mereka yang mengambil salah satu mata kuliah Program Studi Teknik Biokemurgi ((TB4014 – Daur Ulang dan Pemanfaatan Karbon Dioksida).

Baca juga: Siniar Vokasi UI: Konten Multifungsi yang Melestarikan Kearifan Permainan Tradisional Indonesia di Bogor

Mereka sadar bahwa Indonesia masih tertinggal jauh dari negara lain mengenai pemanfaatan karbon, walaupun punya potensi besar juga di berbagai sektor.

Misalnya produksi hidrogen, yang sudah diwacanakan pada Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) oleh PLN.

Walaupun target tersebut ditetapkan setelah 2040, untuk Indonesia bisa bersaing secara global, ini masih jadi wacana tanpa arah yang jelas. 

“Karya ini diharapkan dapat menjadi awal langkah konkret agar pengembangan hidrogen di Indonesia tidak hanya berhenti pada target, tetapi juga menjadi pijakan nyata untuk mengejar ketertinggalan di sektor energi, terutama dengan ketersediaan potensi bahan baku yang sangat besar di dalam negeri.” tutur Hanif.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Itb.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU