Sabtu, 29 NOVEMBER 2025 • 12:56 WIB

Jurusan Kedokteran Selalu Mahal? Ini 5 Alasan di Balik Biaya Kuliah yang Fantastis

Author

Ilustrasi mahasiswa jurusan kedokteran (Freepik)

INDOZONE.ID - Cita-cita menjadi dokter sangat diminati karena profesi ini dianggap mulia, menjanjikan penghasilan besar dan prospek karier yang cerah di masa depan.

Namun, biaya yang dibutuhkan untuk menempuh pendidikan kedokteran jauh lebih mahal, dibandingkan dengan program studi lain.

5 Alasan Biaya Kuliah Fakultas Kedokteran Mahal

Baca juga: Presiden Prabowo Ambil Langkah Cepat Bantu Biaya Kuliah Mahasiswa Papua Dengan LPDP

1. Fasilitas dan Laboratorium Canggih

Pendidikan kedokteran mewajibkan para mahasiswa untuk melakukan berbagai kegiatan praktis, seperti simulasi, eksperimen, dan praktik langsung.

Karena adanya kewajiban ini, perlu disediakan fasilitas dan laboratorium yang lengkap dan berteknologi tinggi, tapi tentunya memerlukan biaya yang sangat besar.

laboratorium medis harus memiliki perlengkapan modern. Contoh, peralatan penting yang harus tersedia di laboratorium tersebut, seperti USG dan EKG.

Baca juga: Memperkuat Inovasi Budidaya, FPIK Unpad Resmikan 10 Kolam Bioflok Canggih dari KKP

2. Buku dan Bahan Ajar yang Mahal

Harga buku ajar kedokteran cenderung jauh lebih tinggi dibandingkan buku pelajaran umum lainnya.

Alasan tingginya biaya ini adalah karena buku-buku tersebut ditulis oleh ahli-ahli dari seluruh dunia dan digunakan sebagai panduan atau referensi utama dalam bidang medis.

Beban finansial menjadi signifikan karena mahasiswa sering memerlukan lebih dari lima referensi hanya untuk memahami satu sistem tubuh, membuat total pengeluaran buku per semester mencapai jutaan rupiah.

Baca juga: 7 Buku Self-Improvement Terbaik yang Wajib Dibaca Masiswa!

3. Tenaga Pengajar Profesional dan Kompeten

Pendidikan di fakultas kedokteran memerlukan kualitas pengajaran tinggi, yang berarti harus didukung oleh pengajar yang kompeten.

Dosen-dosen ini wajib memiliki latar belakang medis, pengalaman praktik di klinik, dan kemampuan akademis yang memadai.

Banyak dari pengajar tersebut merupakan praktisi yang aktif, misalnya dokter spesialis sehingga biaya yang dikeluarkan pastilah sangat signifikan.

Baca juga: Bukan Hanya Akademik! Esa Unggul Siapkan Insinyur Profesional dan Beretika Lewat Program Studi PPI Baru

4. Kurikulum yang Panjang dan Kompleks

Pendidikan dokter memerlukan waktu studi yang lebih panjang, yaitu sekitar 5 hingga 7 tahun, melampaui durasi program sarjana umum yang biasanya 3-4 tahun.

Total biaya pendidikan meningkat secara langsung karena durasi yang panjang dan intensif.

Proses tersebut mencakup fase-fase penting seperti tahap pra-klinik, praktik di rumah sakit (koas), ujian wajib, dan masa magang.

Baca juga: Rekayasa Kosmetik ITERA: Program Sarjana Kosmetik Pertama dan Satu-satunya di Indonesia!

5. Standar Akreditasi Tinggi

Fakultas kedokteran wajib memperoleh sertifikasi dan akreditasi dari lembaga berwenang, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Kewajiban ini bertujuan memastikan agar lulusannya diakui dan mereka dapat menjalankan praktik professional.

Proses akreditasi meliputi audit mutu, evaluasi kurikulum, standarisasi fasilitas, dan pengembangan sistem manajemen mutu yang membutuhkan biaya operasional besar. 

Menilik lima alasan tersebut, tak aneh jika mahasiswa yang mau menimba ilmu kedokteran harus membayar lumayan mahal. Kalau kamu, tertarik menjadi dokter di masa depan?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ultimateprivat.co.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU