Senin, 01 DESEMBER 2025 • 14:15 WIB

ChickenZ: Terobosan Mahasiswa UNY Hasilkan Telur Omega-3 Murah dan Berkualitas

Author

Mahasiswa UNY Kembangkan ChickenZ, Inovasi Telur Omega-3 (umy.ac.id)

INDOZONE.ID - Mahasiswa dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berhasil meluncurkan sebuah inovasi di dunia peternakan modern bernama "ChickenZ".

Program ini berfokus pada produksi telur omega-3 dan anak ayam (DOC) menggunakan sistem smart farming yang canggih, bertujuan untuk mendorong regenerasi peternak di kalangan Generasi Z. 

Baca juga: Inovasi USK untuk Peternak Aceh: Kenalkan Green Concentrate Pellet, Pakan Ternak Ekonomis dari Bahan Baku Lokal

Usaha yang berlokasi di Trayeman, Pleret, Bantul, ini digagas sebagai solusi pangan fungsional sekaligus model bisnis berkelanjutan bagi anak muda.

Tim ChickenZ, diketuai oleh Muhammad Naufal Khoirul Imamilhaq Alhifdi. Adapa pun Dzul Fadli Rahman, S.Kom., M.Sc. selaku dosen pendamping.

Tim terdiri dari , Adel Syah Aldita (Biologi) sebagai PIC Quality Control & Operational, Eka Nadia Listiyana Putri (Akuntansi) sebagai PIC Finance & Accounting, Ananta Dafa Isna Saputra (Pendidikan Teknik Mekatronika) sebagai PIC Designer & Technical, serta Ananda Brian Vicky (Manajemen) sebagai PIC Marketing & Sales.

ChickenZ muncul dari keprihatinan terhadap tingginya biaya pakan ternak dan minimnya literasi masyarakat tentang pangan fungsional seperti telur omega-3. 

Baca juga: Inovasi USK untuk Peternak Aceh: Kenalkan Green Concentrate Pellet, Pakan Ternak Ekonomis dari Bahan Baku Lokal

Masyarakat cenderung mengetahui manfaatnya, namun produk serupa di pasaran masih terbatas dan seringkali dijual dengan harga tinggi.

Di sisi lain, minat generasi muda dalam bidang peternakan terus menurun karena dianggap tidak menjanjikan dan kurang modern.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, ChickenZ menerapkan dua solusi utama. Pertama, mereka mengembangkan pakan sirkular.

Pakan ini adalah hasil fermentasi dari limbah organik rumah tangga—serta budidaya azolla, yang efektif menekan biaya produksi dan menciptakan sistem ramah lingkungan. 

Baca juga: Dosen Cantik dari ITB Ini Raih Penghargaan Internasional: Inovasi Limbah Sawit ke Produk Bernilai Tinggi

Kedua, mereka mengaplikasikan teknologi smart farming berbasis IoT (Internet of Things) pada kandang dan inkubator, memungkinkan pemantauan otomatis terhadap suhu, kelembaban, dan produktivitas ayam.

“Generasi muda sebenarnya dekat sekali dengan teknologi. Kami ingin menunjukkan bahwa peternakan juga bisa modern, efisien, dan memberikan nilai ekonomi tinggi,” ungkap Muhammad Naufal.

Komoditas utama ChickenZ meliputi telur omega-3 berkualitas tinggi yang diperoleh dari ayam yang diberi pakan kaya DHA dan EPA.

Hasilnya dapat bermanfaat untuk perkembangan otak, imunitas, dan kesehatan jantung, ayam DOC, dan ayam usia 1–2 bulan. 

Baca juga: Jurusan Teknologi Batik: Lestarikan Warisan Budaya dengan Sentuhan Inovasi Modern di Universitas Pekalongan

Telur omega-3 ini dipasarkan dengan harga yang lebih terjangkau, ditujukan agar produk sehat dapat diakses oleh lebih banyak kalangan, tidak hanya konsumen premium.

Pemasaran menjangkau pasar DIY, termasuk Burjo, Warmindo, warung sayur, distributor, dan kanal digital seperti Instagram @chickenz.id.

Lebih dari sekadar bisnis, ChickenZ memiliki misi pemberdayaan. Mereka aktif membuat konten edukasi tentang peternakan modern, manajemen pakan alternatif, dan peluang usaha bagi Gen Z.

ChickenZ membuktikan bahwa mahasiswa dapat berperan penting dalam menjawab tantangan pangan nasional dan meregenerasi peternak Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Uny.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU