Sabtu, 03 JANUARI 2026 • 16:29 WIB

Bukan Sekadar Donasi, Mahasiswa UMS Ajarkan Cara Upcycle Pakaian di Panti Asuhan

Author

Peserta kampanye Reduce, Reuse, Reclamby merupakan anak-anak jenjang SD hingga SMA (ums.ac.id)

INDOZONE.ID - Kelompok mahasiswa dari program studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meluncurkan sebuah gerakan kreatif yang menggabungkan kepedulian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Kampanye ini diberi nama "Reduce, Reuse, Reclamby", yang bertujuan untuk mengajak public lebih peduli terhadap masalah limbah tekstil melalui metode upcycle. 

Baca juga: Dari Limbah Cangkang Telur menjadi Inovasi Biomaterial: Tim Mahasiswa ITB Meraih Prestasi di ISOLA Business Plan Competition 2025

Dalam aksinya yang berlangsung pada Desember 2025, tim Reclamby berhasil menghimpun sekitar 20 kilogram pakaian layak pakai melalui donasi dari masyarakat dan rekan sesama mahasiswa.

Donasi tersebut kemudian disalurkan ke Panti Asuhan LKSA Yayasan Nur Hidayah, Surakarta.

Perwakilan Reclamby, Muhammad Allefka Fasha, menjelaskan bahwa inisiatif tersebut muncul sebagai respons atas meningkatnya tumpukan baju akibat kebiasaan belanja yang berlebihan.

“Ini sebuah inisiatif yang mengajak masyarakat untuk memaknai kembali atau memberikan nyawa kedua pada pakaian lama mereka melalui praktik reuse dan upcycle,” ungkap Fasha. 

Baca juga: UMSURA Lelang 14 Jersey Pemain Timnas Indonesia dan Liga untuk Donasi ke Korban Bencana Sumatra

Program ini terdiri dari dua kegiatan, yaitu #ReDoYourMovement dan #RecraftedbyYou. Tujuannya untuk menanamkan kesadaran bahwa pakaian bekas mempunyai nilai besar jika dikelola dengan baik.

Pada kegiatan pertama, sebanyak 25 anak panti asuhan mulai dari tingkat SD hingga SMA diajak untuk mengekspresikan kreativitas dengan melukis di atas baju bekas guna memperpanjang masa pakainya.

Anak-anak mengikuti gerakan melukis dalam kampanye #ReDoYourMovement di Panti Asuhan Yayasan Nur Hidayah (ums.ac.id)

Sementara itu, kegiatan kedua fokus pada pengolahan kain perca menjadi barang-barang fungsional yang memiliki nilai estetika dan ekonomi lebih tinggi.

“Melalui #ReDoYourMovement, kami bersama anak-anak panti memberi semangat baru pada baju lama. Sementara #RecraftedbyYou menunjukkan kain sisa bisa jadi barang bernilai,” terang Fasha.

Baca juga: Peneliti UI Dorong Kemandirian Ekonomi Pesantren Lewat Inovasi Budidaya Lebah Madu

Selain di panti asuhan, tim Reclamby juga menjalin kolaborasi dengan komunitas lokal, yakni Ruang Solidaritas Joli Jolan di Surakarta.

Sisa pakaian yang telah disortir diserahkan secara resmi untuk dibagikan kepada warga yang membutuhkan.

Pihak Joli Jolan menilai gerakan yang dilakukan mahasiswa UMS sangat penting dan unik, mengingat kampanye bertema upcycle masih sangat jarang ditemukan di lingkungan universitas.

Melalui langkah ini, diharapkan generasi muda semakin terinspirasi untuk mengelola pakaian secara bijak sekaligus memperkuat rasa solidaritas antar sesama.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ums.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU