INDOZONE.ID - Mahasiswa semester akhir akan dipertemukan dengan sederet tahapan akademik yang harus dilalui, seperti Sempro, Kompre, Semhas, hingga Yudisium.
Tak sedikit mahasiswa semester akhir merasa bingung dengan banyaknya istilah akademik yang ada, hingga menganggap seluruh tahapan tersebut sebagai proses yang sama.
Lantas apa perbedaan Sempro, Kompre, Semhas, hingga Yudisium? Berikut penjelasannya.
Baca juga: Genap 10 Tahun, Binus School Bekasi Rayakan Perjalanan Prestasi Lewat BeeFest
Ujian Komprehensif (Kompre)
Pengertian Kompre
Ujian Komprehensif atau Kompre merupakan ujian yang dikemas untuk menguji seberapa mampu mahasiswa menguasai seluruh materi yang telah dipelajari selama di bangku perkuliahan.
Kapan mahasiswa melaksanakan Kompre?
Tiap kampus memiliki kebijakan yang berbeda kapan mahasiswanya harus melaksanakan Kompre.
Beberapa kampus ada yang mewajibkan mahasiswanya untuk melaksanakan Kompre sebelum benar-benar mulai menyusun skripsi. Bahkan, ada juga kampus yang menaruh Kompre di akhir tahap perkuliahan.
Syarat Mengikuti Kompre
Beberapa kampus memilki aturan sendiri terkait syarat mengikuti Kompre, namun umumnya:
- Telah menyelesaikan seluruh atau sebagian besar mata kuliah wajib.
- Memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal sesuai ketentuan kampus, misalnya ≥ 2,75 atau ≥ 3,00.
- Lulus seluruh praktikum atau tugas akhir mata kuliah yang menjadi prasyarat.
- Tidak memiliki tunggakan administrasi akademik.
Fungsi Kompre:
- Mengukur penguasaan materi kuliah secara menyeluruh.
- Memastikan mahasiswa siap menghadapi tahap penelitian.
- Menjamin kompetensi akademik lulusan sesuai standar jurusan.
Baca juga: Soroti Isu Periodontal dan Ibu Hamil, Tim FKG UNAIR Raih Juara 1 HDSC 2025
Seminar Proposal (Sempro)
Pengertian Sempro
Pada tahapan ini, mahasiswa akan diarahkan untuk menunjukkan rencana penelitian skripsinya di hadapan para dosen penguji. Umumnya, materi yang dipresentasikan meliputi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, tinjauan pustaka, dan metodologi yang akan digunakan.
Kapan mahasiswa melaksanakan Sempro?
Sempro biasa dilakukan di tahapan awal sebelum mahasiswa benar-benar masuk ke tahap penulisan skripsi yang lebih kompleks lagi.
Dosen pembimbing juga harus menyetujui proposal skripsi yang diajukan oleh mahasiswanya terlebih dahulu untuk melaksanakan Sempro.
Syarat mengikuti Sempro
- Telah lulus mata kuliah Metodologi Penelitian.
- Proposal skripsi telah diperiksa dan disetujui dosen pembimbing.
- Sudah memenuhi jumlah SKS minimal yang ditentukan kampus (biasanya ≥ 100 SKS).
- Tidak ada kendala administrasi atau keuangan.
Fungsi Sempro
- Memastikan rencana penelitian memiliki landasan teori yang kuat.
- Memastikan metodologi yang digunakan tepat dan sesuai bidang ilmu.
- Menghindari kesalahan besar dalam penelitian yang bisa menghambat skripsi.
Baca juga: Curi Perhatian Juri, Dua Mahasiswa Ilmu Sejarah Unnes Berjaya di Ajang Pilmapres FISIP 2026
Seminar Hasil (Semhas)
Pengertian Semhas
Seminar Hasil merupakan tahapan ujian bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan penelitian skripsinya.
Pada tahap ini, mahasiswa harus mampu mempresentasikan hasil penelitiannya yang mencakup analisis data, pembahasan, hingga kesimpulan di hadapan para dosen penguji.
Kapan mahasiswa melaksanakan Semhas?
Semhas dilaksanakan setelah seluruh penelitian selesai, data terkumpul, dan skripsi sudah ditulis hingga draft akhir. Waktunya berada sebelum sidang akhir atau ujian skripsi.
Syarat mengikuti Semhas
- Penelitian skripsi sudah selesai dilakukan.
- Skripsi telah diperiksa dan disetujui dosen pembimbing untuk diuji.
- Sudah lulus Sempro.
- Tidak memiliki masalah administrasi akademik.
Fungsi Semhas
- Menguji kemampuan mahasiswa dalam menyampaikan hasil penelitian.
- Mendapatkan masukan akhir untuk penyempurnaan skripsi.
- Memastikan penelitian valid dan siap diuji di sidang akhir.
Baca juga: Di Usia 35 Tahun, Wanita Asal Papua Ini Berhasil Jadi Lulusan Dokter Spesialis Tercepat di UGM
Yudisium
Pengertian Yudisium
Secara sederhana, yudisium adalah proses penetapan kelulusan mahasiswa oleh fakultas atau program studi. Pada tahap ini, kampus secara resmi menyatakan apakah mahasiswa dinyatakan lulus, lengkap dengan penetapan nilai akhir dan predikat kelulusan.
Kapan mahasiswa melaksanakan Yudisium?
Yudisium biasanya dilaksanakan setelah mahasiswa menyelesaikan seluruh kewajiban akademik. Mulai dari lulus skripsi atau tugas akhir, seminar hasil, ujian komprehensif (jika ada), hingga revisi yang sudah disetujui dosen pembimbing dan penguji.
Waktu pelaksanaannya berbeda di tiap kampus, namun umumnya dilakukan beberapa minggu sebelum wisuda.
Syarat mengikuti Yudisium
-
Menyelesaikan seluruh mata kuliah
-
Tidak memiliki nilai bermasalah
-
Telah lulus skripsi atau tugas akhir
-
Tidak memiliki tunggakan UKT
-
Mengembalikan buku perpustakaan
-
Melengkapi berkas akademik yang diminta fakultas.
Fungsi Yudisium
- Memastikan bahwa mahasiswa memang layak dinyatakan lulus sesuai standar akademik yang berlaku.
- Menjadi dasar penetapan gelar dan predikat kelulusan yang nantinya tercantum dalam ijazah.
Baca juga: Belajar Sambil Bermain, Ratusan Anak TK Meriahkan Festival Gerak Dasar FIKK UNJ
Perbedaan Kompre, Sempro, dan Semhas Secara Singkat
1. Tujuan Pelaksanaan
- Seminar Proposal (Sempro) bertujuan memperoleh persetujuan sekaligus masukan atas rencana penelitian yang akan dikerjakan.
- Seminar Hasil (Semhas) digunakan untuk memaparkan serta mempertanggungjawabkan temuan penelitian yang telah diselesaikan.
- Ujian Komprehensif (Kompre) berfungsi mengukur penguasaan mahasiswa terhadap keseluruhan materi yang dipelajari selama masa perkuliahan.
2. Posisi dalam Tahapan Akademik
- Sempro dilaksanakan pada tahap awal sebelum mahasiswa mulai melakukan penelitian.
- Semhas dilakukan setelah proses penelitian rampung.
- Kompre umumnya menjadi salah satu tahapan akhir sebelum mahasiswa dinyatakan lulus.
3. Materi yang Dipresentasikan
- Pada sempro, mahasiswa memaparkan rancangan penelitian, mulai dari latar belakang, tujuan, hingga metode yang akan digunakan.
- Dalam semhas, fokus presentasi beralih pada hasil penelitian, pembahasan data, dan simpulan yang diperoleh.
- Kompre mencakup materi perkuliahan secara menyeluruh, tidak terbatas pada skripsi.
4. Bentuk Pengujian
- Sempro dilakukan melalui presentasi proposal di hadapan dosen penguji.
- Semhas juga berbentuk presentasi, namun berisi laporan hasil penelitian.
- Kompre biasanya dilaksanakan dalam bentuk ujian tertulis, lisan, atau gabungan keduanya.
5. Aspek Penilaian
- Pada sempro, penilaian berfokus pada kelayakan dan kesiapan proposal penelitian.
- Semhas menilai keabsahan data, ketepatan analisis, serta kualitas hasil penelitian.
- Sedangkan kompre menitikberatkan pada tingkat pemahaman mahasiswa terhadap materi akademik yang telah ditempuh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Duniakampus.id