INDOZONE.ID - Banyak anak memiliki minat besar pada jurusan seni, seperti musik, desain, tari, teater, atau seni rupa. Akan tetapi, keinginan tersebut sering kali dilarang orang tua.
Larangan orang tua biasanya bukan karena tidak sayang, melainkan banyak berbagai kekhawatiran tentang masa depan anak.
Berikut lima alasan mengapa orang tua melarang anaknya untuk melanjutkan pendidikan di bidang seni.
5 Alasan Orang Tua Melarang Anak Masuk ke Jurusan Seni
Baca juga: Pendidikan Inklusif: Mewujudkan Hak Belajar Setara Tanpa Diskriminasi
1. Kurangnya Pemahaman tentang Pendidikan Seni
Banyak orang tua belum benar-benar mengerti, bahwa seni juga merupakan bidang ilmu yang dipelajari secara akademis.
Kebanyakan dari mereka menganggap seni hanya sebatas hobi atau bakat alami yang tidak perlu diperdalam di perguruan tinggi.
Akibat cara pandang tersebut, jurusan seni sering dinilai tidak sepenting jurusan lain yang dianggap lebih ilmiah dan terstruktur.
2. Khawatir pada Prospek Pekerjaan di Masa Depan
Sebagian orang tua takut anaknya akan kesulitan mencari pekerjaan setelah lulus dari jurusan seni.
Profesi di bidang kreatif sering kali dianggap tidak memiliki jalur karier yang jelas dan penghasilannya tidak tetap.
Mereka lebih menyarankan anak untuk memilih jurusan yang terlihat lebih menjanjikan secara ekonomi.
Baca juga: Mahasiswa Itera Ubah Limbah Tongkol Jagung Jadi Briket Bernilai Ekonomi
3. Anggapan Dunia Seni Kurang Stabil
Pekerjaan di sektor seni sering dipandang lebih bergantung pada sebuah proyek dan popularitas.
Orang tua membayangkan anak harus hidup dengan pendapatan yang naik turun tanpa jaminan masa depan.
Pandangan ini membuat mereka takut dan merasa jurusan seni terlalu berisiko dibandingkan bidang lain.
4. Stereotip Negatif terhadap Pekerja Seni
Masih ada pandangan bahwa lingkungan seni identik dengan gaya hidup yang bebas dan kurang disiplin.
Citra seniman yang dianggap tidak formal membuat orang tua ragu mengizinkan anaknya terjun ke bidang tersebut.
Mereka khawatir anak akan terpengaruh dengan pergaulan teman-temannya yang dianggap tidak sesuai dengan nilai keluarga.
Baca juga: Wujudkan Kreativitas Nusantara, 272 Mahasiswa UMY Gelar Pameran Seni SENUSA sebagai Proyek Akhir
5. Minimnya Informasi tentang Peluang di Era Modern
Perkembangan industri kreatif sebenarnya membuka banyak kesempatan kerja, seperti desainer grafis, animator, ilustrator, hingga kreator konten digital.
Namun, informasi tersebut belum sepenuhnya sampai kepada orang tua. Karena tidak mengetahui gambaran peluang yang nyata, mereka tetap menganggap jurusan seni kurang menjanjikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ruangguru.com