Jumat, 13 FEBRUARI 2026 • 11:51 WIB

7 Prospek Kerja Lulusan Teknik Industri yang Menjanjikan di Berbagai Sektor

Author

Ilustrasi mahasiswa lulusan teknik industri (Freepik)

INDOZONE.ID - Teknik Industri mempunyai cakupan ilmu yang luas dan fleksibel. Jurusan ini berperan penting dalam meningkatkan efisiensi kerja, kualitas produk, serta penggunaan sumber daya di perusahaan.

Kemampuan tersebut membuat lulusan Teknik Industri memiliki banyak peluang kerja yang menjanjikan di berbagai bidang industri.

Berikut adalah 7 prospek kerja yang dapat menjadi pilihan untuk lulusan Teknik Industri. 

Baca juga: Mahasiswa Teknik Kimia UMS Kembangkan Hidrogel Ramah Lingkungan dari Kulit Jagung

1. Human Resource Development (HRD)

Kamu dapat bekerja di bidang pengelolaan sumber daya manusia. Perannya bukan hanya mengurus administrasi karyawan, tetapi juga menganalisis sistem kerja agar lebih produktif.

kamu bisa menyusun standar operasional, mengatur pembagian tugas, hingga meningkatkan efisiensi kerja melalui pendekatan manajemen dan ergonomi.

Jika berencana menjadi HRD, kamu perlu menguasai beberapa hal seperti, analisis sistem kerja, manajemen SDM, Penyusunan SOP, komunikasi, problem solving, hingga pengambilan keputusan.

2️. Purchasing (Pengadaan Barang)

Di bidang ini, tugas utamanya adalah memastikan perusahaan mendapatkan bahan baku atau kebutuhan operasional dengan kualitas baik dan harga yang kompetitif.

Kamu harus menganalisis kebutuhan produksi, membandingkan supplier, serta melakukan perhitungan biaya agar pembelian lebih efisien dan tidak merugikan perusahaan.

Kemampuan yang perlu dikuasai dalam bidang ini adalah analisis biaya dan data, perhitungan anggaran, supplu chain, evaluasi, seleksi vendor, serta penguasaan Microsoft Excel atau software procurement. 

Baca juga: 4 Jenis Analisis Data Kualitatif ala Prof. Sugiyono yang Wajib Dipahami Mahasiswa Peneliti

3. Marketing (Pemasaran)

Peran marketing membantu untuk membaca data pasar, memprediksi permintaan, hingga merancang strategi distribusi produk.

Pendekatan berbasis data akan membuat keputusan pemasaran menjadi lebih mudah dan tepat sasaran.

Untuk menjadi marketing, diperlukan beberapa kemampuan seperti analisis data pasar, forecasting, strategic thinking, komunikasi dan presentasi, pemahaman tren pasar, hingga penguasaan tools analisis data.

4. Safety, Health, and Environment (SHE)

Bertanggung jawab atas keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan. Profesi SHE sangat dibutuhkan, terutama di sektor manufaktur dan industri besar.

Kamu akan mengidentifikasi potensi risiko di tempat kerja, menyusun prosedur keselamatan, serta memastikan perusahaan mematuhi regulasi yang berlaku.

Kemampuan yang perlu kamu miliki adalah mengidentifikasi dan manajemen risiko, pemahaman regulasi, audit dan inspeksi lapangan serta ketelitian dan tanggung jawab tinggi. 

Baca juga: 5 Prospek Kerja Lulusan AI yang Menjanjikan dengan Gaji Puluhan Juta!

5. Quality Control (QC) dan Quality Management

Berfokus pada pengawasan mutu produk atau layanan. Tugasnya meliputi pemeriksaan kualitas, analisis penyebab cacat produk, serta penyusunan sistem perbaikan berkelanjutan.

Dengan sistem pengendalian mutu yang baik, perusahaan dapat menjaga kepuasan pelanggan dan reputasi bisnis.

Kamu harus bisa melakukan analisis kualitas, pengendalian mutu, problem solving, pemahaman ISO, Statistical Process Control (SPC), serta Continuous improvement.

6. Maintenance (Perawatan Mesin dan Sistem)

Selain membantu mengatur jadwal perawatan mesin, mereka juga menganalisis penyebab kerusakan dan merancang sistem pemeliharaan yang lebih efektif.

Tujuannya adalah untuk meminimalkan downtime dan mengurangi kerugian akibat gangguan teknis.

Beberapa kemampuan yang perlu kamu kuasai yaitu analisis kerusakan mesin, preventive, predictive maintenance, pemahaman sistem produksi, kemampuan membaca data teknis. 

Baca juga: Mahasiswa UMM Kembangkan Steam Press Ecoprint, Solusi Efisien Produksi Kain Alami

7. Engineering dan System Integration

Pekerjaan ini berkaitan dengan perancangan dan pengembangan sistem produksi yang terintegrasi.

Kamu akan fokus mendesain tata letak pabrik, mengoptimalkan alur kerja, serta meningkatkan efisiensi proses produksi, tujuannya untuk menciptakan sistem yang saling terhubung dan berjalan lancar.

Dibutuhkan kemampuan seperti perancangan sistem, proses produksi, analisis alur kerja, lean manufacturing, penguasaan software teknik, hingga analytical thinking dan problem solving tingkat lanjut.

 

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Akupintar.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU