INDOZONE.ID - Tidak lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) memang bisa membuat sedih dan kecewa. Apalagi, jika kamu sudah berharap besar untuk diterima di kampus impian.
Namun, kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Masih banyak peluang yang bisa kamu manfaatkan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Berikut beberapa langkah yang bisa kamu lakukan setelah gagal SNBP.
4 Strategi Bangkit Usai Gagal SNBP
Baca juga: Daya Tampung SNBP FIB UNDIP 2026: Kesempatan Emas Buat Kamu yang Punya Prestasi
1. Evaluasi Diri
Langkah pertama yang penting adalah melakukan refleksi. Cobalah periksa kembali nilai rapor dan jurusan yang kamu pilih.
Apakah jurusan tersebut memiliki tingkat persaingan yang sangat tinggi? Apakah nilai akademikmu sudah cukup kuat dibandingkan dengan peminat lainnya?
Dengan mengevaluasi pilihan sebelumnya, kamu bisa menyusun strategi yang lebih matang untuk seleksi berikutnya.
Evaluasi ini tidak untuk menyalahkan diri sendiri, tetapi memahami situasi dan memperbaiki rencana ke depan.
2. Manfaatkan Jalur Seleksi Lain
Gagal SNBP bukan berarti kesempatanmu masuk perguruan tinggi tertutup. Kamu masih bisa mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) yang menggunakan hasil ujian sebagai penilaian.
Jalur SNBT memberikan kesempatan bagi siswa yang ingin membuktikan kemampuan melalui tes tertulis.
Selain itu, setiap perguruan tinggi biasanya juga membuka jalur seleksi mandiri dengan ketentuan yang berbeda-beda.
Kamu bisa mencari tahu lebih lanjut mengenai jadwal, syarat, dan mekanisme pendaftarannya agar tidak ketinggalan informasi.
Baca juga: Sekolah Kedinasan Pertanian 2026: Syarat, Seleksi, dan Peluang Karier Lulusannya
3. Pertimbangkan Perguruan Tinggi Swasta Berkualitas
Ada banyak perguruan tinggi swasta yang memiliki kualitas pendidikan baik, fasilitas lengkap, serta program studi yang relevan dengan kebutuhan industri.
Kampus swasta bisa menjadi pilihan alternatif yang tetap menjanjikan masa depan cerah jika ingin langsung melanjutkan pendidikan tanpa menunggu jalur lain.
Hal terpenting adalah memastikan kampus tersebut memiliki akreditasi yang baik dan program studi yang relevan dengan kebutuhan industri, serta sesuai dengan minat dan tujuan kariermu.
4. Tingkatkan Skill dan Bangun Portofolio
Sambil menunggu proses seleksi berikutnya, kamu bisa memanfaatkan waktu luang untuk mengembangkan kemampuan diri.
Ikuti kursus, pelatihan, webinar, atau kegiatan yang relevan dengan jurusan yang sedang kamu incar.
Membangun portofolio juga sangat penting, terutama untuk jurusan yang membutuhkan bukti karya atau proyek seperti desain grafis.
Kemampuan tambahan dan pengalaman yang kamu miliki akan menjadi nilai tambah saat mendaftar kembali atau bahkan ketika memasuki dunia kerja nanti.
Baca juga: Lulus Kuliah Tapi Belum Kerja? Ini 5 Aktivitas Produktif yang Harus Kamu Coba
12 Strategi Memilih Jurusan
Berikut 11 cara yang dapat dilakukan untuk menemukan jurusan kuliah yang tepat.
1. Kenali Apa yang Kamu Suka
Cari tahu kegiatan apa yang sering kamu lakukan dan membuatmu bersemangat, itu bisa menjadi indikator jurusan yang cocok.
2. Ketahui Minat dan Bakat
Minat bukan hanya hobi, terkadang dari hal sederhana bisa menunjukkan kecocokan pada jurusan tertentu.
3. Riset Jurusan
Pelajari mata kuliah, tantangan perkuliahan, dan prospek kerja jurusan yang kamu minati. Tanyakan juga pada guru BK, kakak alumni, atau baca sumber lain.
4. Riset Perguruan Tinggi
Pilihlah kampus dengan akreditasi baik, fasilitas layak, dan pengajar profesional. Beberapa kampus memang terkenal kuat pada jurusan tertentu.
5. Jangan Terpaku Satu Pilihan
Siapkan beberapa opsi jurusan dan kampus cadangan jika pilihan pertama tidak berhasil masuk.
Baca juga: Dapat Hibah Lahan Seluas 87 Hektare, ITERA akan Perkuat Riset dan Pengabdian di Lampung Barat
6. Perhatikan Biaya Kuliah
Pertimbangkan biaya UKT, uang pangkal, serta biaya praktik atau alat yang mungkin dibutuhkan di jurusan tertentu.
7. Jangan Ikut-ikutan Teman
Keputusan jurusan adalah tentang masa depanmu, bukan tentang tren atau pilihan teman.
8. Pertimbangkan Prospek Karier
Lihat peluang kerja, tren industri, serta kebutuhan di masa depan untuk jurusan yang kamu pilih.
9. Sesuaikan dengan Kemampuan Akademik
Jika kamu kurang menyukai mata pelajaran tertentu pertimbangkan kembali apakah jurusan terkait cocok untukmu.
10. Konsultasi dengan Orang Berpengalaman
Orang tua, guru, bahkan profesional di bidang tertentu bisa menyampaikan sudut pandang yang berguna.
11. Lihat Peluang Pengembangan Diri
Beberapa jurusan atau kampus memberikan kesempatan magang, pertukaran pelajar, atau program tambahan.
12. Jangan Terburu-buru
Luangkan waktu untuk benar-benar mempertimbangkan pilihanmu. Mengambil keputusan dengan tekanan atau terburu-buru sering berujung tidak tepat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Umn.ac.id