Kamis, 19 FEBRUARI 2026 • 15:30 WIB

Mahasiswa Universitas Negeri Malang Gelar Pameran Talang Kabut: Angkat Refleksi Kehidupan dan Ketidakpastian

Author

Pameran Seni Talang Kabut Universitas Negeri Malang (UM) (um.ac.id)

INDOZONE.ID - UKM Sanggar Minat Universitas Negeri Malang (SAMIN UM) menggelar pameran seni bertajuk “Talang Kabut”.

Bertempat di Tumbu Space, pameran ini berlangsung dari 5–11 Februari 2026 dengan menampilkan karya dari sembilan mahasiswa

Baca juga: Mahasiswa Desain Grafis Unesa Gelar Pameran Kreatif Bertema Bajak Laut di Balai Pemuda

Acara tersebut sengaja dirancang sebagai ruang ekspresi yang santai dan inklusif untuk menghidupkan kembali kreativitas anggota tanpa adanya tekanan.

Secara garis besar, pameran yang diselenggarakan mengangkat refleksi tentang perjalanan hidup manusia yang sering kali dibayangi oleh ketidakpastian.

Lewat berbagai karya visual, para seniman mencoba memberikan makna pada "fase abu-abu", suatu kondisi penuh keraguan yang dialami banyak orang, namun tetap menyimpan semangat untuk terus melangkah.

Ketua Pelaksana, Duta Arya, menjelaskan bahwa konsep utama dari pameran ini adalah "pintu darurat".

Istilah yang digunakan menggambarkan situasi mendesak, di mana seseorang harus segera mengambil keputusan penting. 

Baca juga: Gaungkan Semangat Nasionalisme, Mahasiswi Ekonomi Syariah UIR Raih Juara 1 Lomba Poster Nasional

“Talang Kabut memaknai bahwa manusia akan terus mengalir dalam keadaan apa pun, meski kita tidak pernah tahu apa yang menunggu setelahnya,” jelasnya.

Salah satu karya yang menarik perhatian adalah Liminal, milik Melita Khairina Gunawan, dari Program Studi Ilmu Perpustakaan.

Karya yang dipamerkan merepresentasikan perasaan seseorang yang berada di ambang batas antara bertahan atau menyerah.

Bagi Melita, "pintu darurat" pribadinya adalah hal-hal sederhana yang sering terlupakan namun mampu menjadi penyelamat di saat lelah (burnout), seperti hobi, alam, hewan peliharaan kucing, dan komunitas di UKM. 

Baca juga: Komunitas Peduli Pendidikan NTT Buka Beasiswa untuk 50 Siswa SD-SMP, Simak Syarat dan Cara Daftarnya!

Uniknya, Melita menyatakan bahwa proses penciptaan karya dilakukan secara spontan melalui brainstorming konsep. Meskipun sempat ragu karena keterbatasan waktu dan tenaga, ia tetap memilih melanjutkan proses berkarya.

“Kadang, hal-hal kecil di sekitar kita bisa menyelamatkan saat sedang struggling atau burnout. Itu yang sering luput kita sadari,” katanya.

Melalui "Talang Kabut", SAMIN UM berharap para pengunjung tidak hanya sekadar menikmati keindahan visual, tetapi juga mendapatkan ruang untuk refleksi diri dan energi baru.

Pameran ini menjadi pengingat bahwa di balik kabut ketidakpastian hidup, selalu ada jalan dan alasan untuk tetap terus berkarya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Um.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU