INDOZONE.ID - Tita Aulia Rahmi, mahasiswa program studi Teknologi Pendidikan di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), yang merasakan langsung maanfaat dari program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).
Melalui dukungan beasiswa tersebut, Tita berhasil membuktikan bahwa keterbatasan finansial bukanlah penghalang untuk bersinar dan mengukir prestasi di bangku perkuliahan.
Baca juga: Prestasi Membanggakan! Mahasiswa Universitas Jember Jadi Duta Kesehatan Jawa Timur 2026
Tita merupakan mahasiswa angkatan 2022 yang berasal dari Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar). Menyadari kondisi ekonomi keluarganya yang terbatas, ia telah mempersiapkan diri sejak masih di bangku SMA untuk mengincar jalur beasiswa.
Kerja kerasnya membuahkan hasil ketika dinyatakan lolos seleksi SNBT sebagai mahasiswa UNY sekaligus penerima bantuan KIP-K.
Keputusan untuk merantau jauh dari kampung halaman menjadi langkah besar Tita dalam mengejar masa depan yang lebih baik.
Selama menempuh studi di UNY, Tita yang kini berada di semester delapan tidak hanya fokus pada buku pelajaran saja.
Ia sangat aktif mengembangkan diri melalui berbagai organisasi, seperti UKM Penelitian dan UKM Rekayasa Teknologi (RESTEK) UNY.
Baca juga: Inovasi Unik di Pra-Konaspi XII, UNY Hadirkan Jasa Permak Pakaian Langsung di Lokasi Acara
Berkat ketekunannya, Tita bisa sukses meraih berbagai penghargaan bergengsi, di antaranya menjadi Mahasiswa Berprestasi Bidang Penalaran UNY selama dua tahun berturut-turut pada 2024 dan 2025.
Ia juga pernah menyabet juara pertama dalam ajang PKM-Riset Sosial Humaniora tingkat fakultas serta mengumpulkan lebih dari sepuluh prestasi lainnya di tingkat regional dan nasional.
Selain itu, ia juga berhasil mendapatkan pendanaan nasional untuk proyek pengabdian masyarakat selama dua tahun.
Kunci keberhasilan Tita terletak pada manajemen waktu dan tanggung jawab yang luar biasa. Ia selalu menempatkan perkuliahan sebagai prioritas atau poros utama dalam aktivitasnya.
“Lomba dan aktivitas lainnya saya perlakukan sebagai ruang bertumbuh, bukan pelarian. Saya terbiasa menyelesaikan tanggung jawab akademik lebih awal agar ketika ada kompetisi atau proyek tertentu, saya bisa hadir dengan fokus penuh, bukan dengan pikiran terbelah,” tegasnya.
Baca juga: Beasiswa Bisa Dicabut? Mahasiswa Wajib Tahu 5 Penyebab dan Cara Menghindarinya
Baginya, beasiswa KIP-K adalah bentuk kepercayaan negara yang harus dijawab dengan kedisiplinan dan prestasi nyata.
Bantuan ini juga memberinya rasa tenang secara ekonomi sehingga ia bisa lebih leluasa mengeksplorasi potensi dirinya.
Sebagai penutup, Tita memberikan pesan penyemangat bagi anak muda lainnya. Ia menekankan bahwa keadaan boleh saja terbatas, namun potensi diri tidak boleh ikut terbatas.
“Saat ini banyak peluang beasiswa dan bantuan pendidikan yang bisa diupayakan. Keadaan boleh terbatas, tetapi potensi tidak. Jika ada keinginan untuk kuliah, perjuangkan terlebih dahulu semaksimal mungkin,” ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Uny.ac.id