Kamis, 05 MARET 2026 • 16:30 WIB

Ramadhan Penuh Kebersamaan, Mahasiswa Internasional Unesa Ikut Berbagi Takjil

Author

Cak Hasan bersama seluruh jajarannya selalu terlibat dan membersamai pembagian takjil dan buka puasa bersama (unesa.ac.id)

INDOZONE.ID – Mahasiswa internasional Universitas Negeri Surabaya (Unesa), menjadi relawan dalam pembagian takjil gratis pada 28 Februari 2026 di sore hari.

Para mahasiswa mancanegara ini merupakan peserta program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Unesa yang berasal dari Tiongkok, Korea Selatan, dan Tanzania.

Baca juga: Keren! Mahasiswi UMS Tembus Program SEA-Teacher, Raih Kesempatan Mengajar di Filipina

Mereka membantu menata makanan di atas meja dan menyodorkannya langsung kepada para pengendara motor dan pejalan kaki yang melintas di depan kampus.

Kehadiran mereka memberikan warna baru dalam kegiatan rutin "Unesa Berbagi" sekaligus menjadi bukti nyata keindahan keberagaman di lingkungan pendidikan.

Rektor Unesa, Nurhasan atau yang akrab dipanggil Cak Hasan, turut terjun langsung mendampingi proses pembagian takjil. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa asing menciptakan sebuah harmoni budaya yang indah di tenda buka bersama Unesa.

Kegiatan ini memang rutin dihadiri oleh ribuan orang, mulai dari mahasiswa, pengguna jalan, hingga warga sekitar.

Ketua Program BIPA Unesa, Octo Dendy Andriyanto, menjelaskan bahwa tujuan melibatkan mahasiswa internasional adalah untuk memperkenalkan budaya filantropi atau semangat berbagi yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.

Baca juga: Kisah Inspiratif Zain, Lulusan Terbaik Unesa dengan IPK 3,99 yang Tembus Jurnal Scopus

“Kami mendorong mahasiswa BIPA untuk terjun langsung ke masyarakat agar mereka merasakan sendiri indahnya budaya berbagi di Indonesia. Ini adalah kesempatan emas bagi mereka untuk mempraktikkan kemampuan berbahasa Indonesia secara langsung dalam konteks sosial yang nyata,” papar Dendy. 

Di sisi lain, Hyun Subin, mahasiswa asal Korea Selatan yang memiliki nama Indonesia "Sekar", mengaku sangat terpukau dengan kehangatan masyarakat dan beragam jajanan tradisional yang disajikan.

“Ini pengalaman pertama bagi saya. Di Korea, jumlah umat muslim relatif sedikit, sehingga tradisi seperti ini jarang ditemui. Saya sangat senang bisa merasakan hal baru yang penuh kehangatan ini,” ujarnya.

Hal serupa juga dirasakan oleh Rajab Hamis Yusuph dari Tanzania. Ia menilai kegiatan berbuka bersama dalam skala besar merupakan sarana yang luar biasa untuk mempererat rasa persaudaraan.

Rajab Hamis Yusuph membagikan takjil (unesa.ac.id)

Sementara itu, Liu Meixi dari China kagum melihat antusiasme dan kedamaian masyarakat yang berkumpul bersama.

Baca juga: Mau Kuliah di Korea? Ini Jadwal dan Syarat Beasiswa LPDP–UST Korea 2026

Baginya, menjadi relawan takjil adalah jendela untuk memahami tradisi baru yang penuh nilai kemanusiaan.

Melalui aksi tersebut, Unesa berhasil menunjukkan bahwa perbedaan kewarganegaraan bukanlah penghalang untuk bersatu dalam kebaikan dan memperkuat toleransi antar sesama.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Unesa.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU