Jumat, 06 MARET 2026 • 14:00 WIB

Lebih Adaptif dari Tongkat Biasa, iSee Gunakan Sensor Real-Time untuk Keamanan Tunanetra

Author

Inovasi mahasiswa UM, iSee (um.ac.id)

INDOZONE.ID - Universitas Negeri Malang (UM) menunjukkan kepedulian nyata terhadap kelompok disabilitas melalui sebuah inovasi teknologi yang inspiratif.

Tim mahasiswa dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) berhasil menciptakan perangkat bernama iSee. 

Baca juga: Beda dari yang Lain! UMY Luncurkan Program Disabilitas Berbasis Terapi Berkuda

Alat tersebut dirancang khusus sebagai solusi teknologi untuk meningkatkan kemandirian dan keamanan para tunanetra saat menjalankan rutinitas harian mereka di ruang publik.

Melalui skema Program Kreativitas Mahasiswa Karya Inovatif (PKM-KI), perangkat iSee dikembangkan sebagai asisten mobilitas yang mengandalkan teknologi sensor canggih.

Berbeda dengan alat bantu tradisional, iSee memiliki kemampuan untuk mendeteksi berbagai rintangan di sekeliling pengguna secara langsung atau real-time.

Dengan adanya informasi yang akurat mengenai hambatan di jalur pergerakan, risiko kecelakaan yang mungkin dialami pengguna dapat ditekan seminimal mungkin.

Dewi Fatma Wati, selaku ketua tim pengembang, menjelaskan bahwa ide inovasi ini muncul dari kebutuhan akan alat bantu yang lebih adaptif dibandingkan tongkat konvensional. 

Baca juga: Flourish, Inovasi Suplemen Herbal Mahasiswa Unsoed Sabet Medali Perak Nasional

Menurutnya, tongkat biasa terkadang belum cukup memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi lingkungan yang dinamis.

“Kami ingin menghadirkan teknologi yang tidak hanya membantu mendeteksi hambatan, tetapi juga memberikan rasa aman dan meningkatkan kepercayaan diri penyandang tunanetra untuk beraktivitas secara mandiri,” terangnya.

Perangkat iSee diposisikan sebagai instrumen pelengkap bagi tongkat konvensional. Berkat dukungan sistem sensor yang terintegrasi, alat ini dapat mengenali objek di sekitar pengguna dengan cepat.

Informasi yang didapat, kemudian diteruskan kepada pengguna sehingga mereka dapat menentukan langkah navigasi yang lebih tepat dan aman saat sedang berpindah tempat.

Tim iSee juga mendapatkan apresiasi tinggi di tingkat nasional. Mereka sukses membawa pulang medali perunggu kategori poster pada ajang bergengsi Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional ke-38 (PIMNAS 38). 

Baca juga: Bukan Sekadar Pameran, Sinestesia 8 Unesa Jadi Ruang Apresiasi Desain Global dan Kolaborasi Lintas Negara

Penghargaan yang diraih menjadi bukti nyata atas kualitas riset yang mendalam serta kemampuan tim dalam menciptakan solusi praktis yang menjawab tantangan di masyarakat.

Selain aspek teknis, iSee juga membawa misi pemberdayaan sosial yang besar untuk penyandang tunanetra.

Melalui akses informasi lingkungan yang lebih baik, mereka kini memiliki kesempatan lebih luas untuk mengakses fasilitas umum, menempuh pendidikan, hingga menjalankan pekerjaan tanpa harus selalu bergantung pada pendamping.

Ke depannya, tim mahasiswa UM berkomitmen untuk melakukan penyempurnaan agar iSee semakin mudah digunakan dan dapat diimplementasikan secara luas bagi komunitas tunanetra di seluruh Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Um.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU